BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal

Nurul - Jumat, 21 Agustus 2026 23:02 WIB
Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. (foto: Dhemas Reviyanto/Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih rendah.

Menurut Pigai, hasil survei berbasis persepsi publik belum sepenuhnya menggambarkan capaian yang telah dilakukan kementeriannya.

Pigai mengatakan kinerja Kementerian HAM semestinya dinilai berdasarkan hasil kerja nyata dan indikator kinerja yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:

Ia mencontohkan penghargaan Guinness World Record yang baru diraih kementeriannya melalui kegiatan pendidikan dan penyuluhan HAM secara massal.

"Jangan percaya lembaga survei di Indonesia, banyak yang abal-abal. Hari ini, kami buktikan dengan kerja nyata meraih Guinness Word Record untuk kegiatan pendidikan dan penyuluhan HAM secara massal," ujar Pigai saat penyerahan piagam penghargaan Guinness Word Record di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 21 Agustus 2026 sore.

Menurut Pigai, rekor tersebut sebelumnya ditorehkan Kepolisian Ekuador dengan jumlah peserta sekitar 1.700 orang.

"Sebelum diraih Kemenham Indonesia, prestasi ini ditorehkan Kepolisian Ekuador dengan jumlah peserta sekitar 1.700 orang. Ini prestasi," sambungnya.

Pigai mengatakan pendidikan dan penyuluhan HAM merupakan salah satu tugas utama Kementerian HAM.

Karena itu, ia menilai keberhasilan menggelar kegiatan dengan jumlah peserta besar perlu menjadi salah satu indikator dalam melihat kinerja kementerian.

Kegiatan pendidikan dan penyuluhan HAM tersebut digelar di sejumlah perguruan tinggi di berbagai daerah.

Di Kalimantan Barat, kegiatan sosialisasi HAM disebut diikuti hampir 6.000 orang. Jumlah peserta serupa juga tercatat dalam kegiatan di Mandailing Natal.

Sementara di Universitas Negeri Gorontalo, sosialisasi HAM diikuti sekitar 5.000 peserta.

Di Sumatera Utara, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 16 hingga 17 perguruan tinggi dengan jumlah peserta sekitar 4.700 orang.

"Kalau tugas utama Kementerian HAM adalah membangun kesadaran HAM melalui pendidikan dan penyuluhan. Lalu, hari ini kami mampu memecahkan rekor dunia dalam pelaksanaan tugas tersebut, berarti ada capaian yang harus diperhitungkan," tutur Pigai.

Pigai menilai capaian tersebut merupakan bentuk konkret pelaksanaan tugas Kementerian HAM.

Ia pun kembali menyoroti survei yang menempatkan kinerja kementeriannya pada posisi rendah.

"Ini bentuk konkret pelaksanaan tugas kementerian. Jadi, seluruh survei yang menyatakan Kementerian HAM rendah, saya patahkan hari ini. Surveyor juga belum tentu bisa memecahkan rekor dunia," sebut Pigai.

Ia mengatakan capaian kerja kementerian seharusnya tidak hanya dilihat dari tingkat popularitas atau persepsi publik.

Menurut dia, indikator yang telah ditetapkan pemerintah dan hasil kerja yang dapat diukur juga perlu menjadi pertimbangan.

Selain membahas rekor dunia pendidikan HAM, Pigai menyinggung keterlibatan Indonesia dalam lembaga HAM internasional.

Menurut dia, berbagai capaian tersebut menunjukkan Kementerian HAM terus menjalankan mandatnya.

Namun, ia mengingatkan penghargaan internasional tidak boleh berhenti pada seremoni.

"Pengakuan dunia, harus menjadi momentum untuk memperbaiki kondisi HAM di dalam negeri," kata Pigai.

Pigai mendorong percepatan sejumlah regulasi yang berkaitan dengan HAM.

Beberapa di antaranya Rencana Aksi Nasional HAM serta aturan mengenai bisnis dan HAM.

Ia mengatakan berbagai regulasi lain yang diperlukan untuk memperkuat perlindungan HAM juga akan terus didorong.

"Penghargaan ini, harus menjadi pemicu untuk memperbaiki iklim HAM di dalam negeri. Jangan hanya mendapatkan penghargaan, tetapi kondisi di dalam negeri tidak ikut diperbaiki," kata Pigai.* (km/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Medan Apresiasi Transformasi HKBP, Dinilai Perkuat Iman di Tengah Keluarga
Korban Puting Beliung Masih Keluar Uang untuk Perbaikan Rumah, Bobby: Bantuan Jangan Malah Menyusahkan
Kapolri: Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla di Kalimantan Sudah Dikantongi
Bobby Nasution Ambil Alih Perbaikan 170 Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem di Medan
Rico Waas Hadiri Kenal Pamit Wakapolda Sumut, Sinergi Keamanan Diharapkan Makin Kuat
Kisah Perjuangan Djamin Ginting Diangkat ke Layar Lebar, Pemko Medan Beri Dukungan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru