BREAKING NEWS
Minggu, 23 Agustus 2026

Dari Tukang Becak hingga Buruh Bangkalan Siap Gelar Aksi Damai di Jakarta: Anak-anak Kami Butuh MBG

Dharma - Minggu, 23 Agustus 2026 09:41 WIB
Dari Tukang Becak hingga Buruh Bangkalan Siap Gelar Aksi Damai di Jakarta: Anak-anak Kami Butuh MBG
Prabowo Tinjau MBG. (Foto: Cahyo/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANGKALAN — Ratusan warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang tergabung dalam Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) berencana berangkat ke Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Massa tersebut akan datang untuk mengikuti aksi damai sekaligus menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Koordinator massa, Ali, mengatakan peserta yang akan berangkat berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan.

Baca Juga:

Mereka antara lain tukang becak, buruh, kuli, tukang, sopir, sales, dan masyarakat lainnya.

Menurut Ali, keberangkatan ke Jakarta dilakukan karena sejumlah program pemerintah dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dari program MBG ini, kami sangat terbantu. Selain uang saku bisa ditabung, anak-anak bisa mendapatkan makan bergizi setiap hari," ucapnya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ali mengatakan program MBG dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi di sekolah.

Karena itu, ia tidak sepakat jika program tersebut dihentikan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya tuntutan sebagian mahasiswa dalam aksi pada 18 Agustus 2026 yang meminta program MBG dihentikan.

"Anak-anak kami butuh MBG," imbuh Ali.

Menurut dia, penghentian program justru berpotensi membuat anak-anak kehilangan akses terhadap makanan bergizi yang selama ini mereka terima.

Meski mendukung keberlanjutan MBG, Ali mengakui masih terdapat sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya.

Ia mengatakan ada dapur MBG yang dinilai belum mengelola program dengan baik.

Karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan program tetap diperlukan.

Ali mengatakan evaluasi sebaiknya diarahkan untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan menghentikannya.

"Jadi, bukan dihentikan programnya, tetapi diperbaiki tata kelolanya sehingga program ini bisa betul-betul berjalan semakin baik," jelasnya.

Menurut dia, perbaikan tata kelola diperlukan agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat dan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan pemerintah.

Dalam aksi bertajuk "Jaga Indonesia" yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026, massa dari Bangkalan akan menuju Jakarta untuk menggelar aksi damai.

Ali mengatakan pihaknya telah menyiapkan 500 tiket keberangkatan bagi peserta.

"Kami siapkan 500 tiket keberangkatan dan kita akan ke Jakarta menggelar aksi damai," pungkasnya.

Massa RMP4 menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Mereka berharap program-program yang dinilai memberikan manfaat kepada masyarakat dapat terus dilanjutkan dengan perbaikan tata kelola apabila ditemukan persoalan di lapangan.* (km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Patokan Mutlak Kaya atau Miskin, Ini Penjelasannya
Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa, Kerugian Negara Rp14,32 Miliar
Ratusan Warga Bojonegoro Berdoa untuk Prabowo dan Keutuhan NKRI, Harap Program Pemerintah Bermanfaat bagi Masyarakat
885 Ribu Liter BBM Subsidi di Aceh Diduga Disalahgunakan Setiap Hari, Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun
Cegah Karhutla, Prabowo Siapkan Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar
Yang Berbahaya Bukan Benderanya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru