BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

Bukan Sengaja 'Diekspor', BMKG Ungkap Angin Musiman Jadi Biang Keladi Asap Kalimantan Menggeliat ke Negara Tetangga

Nurul - Senin, 24 Agustus 2026 18:59 WIB
Bukan Sengaja 'Diekspor', BMKG Ungkap Angin Musiman Jadi Biang Keladi Asap Kalimantan Menggeliat ke Negara Tetangga
Petugas melakukan pemadaman saat kebakaran hutan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Minggu (23/8/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dapat terbawa hingga ke negara tetangga karena pengaruh pergerakan angin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pola angin musiman menjadi salah satu faktor yang membuat asap bergerak melintasi wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan asap karhutla yang mencapai Malaysia maupun Singapura terbawa oleh angin.

"Asap karhutla sampai ke negara tetangga karena terbawa angin," kata Ardhasena dalam keterangan di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Baca Juga:

Ardhasena menjelaskan pergerakan asap mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi. Kondisi tersebut memungkinkan asap dari wilayah terdampak karhutla di Indonesia bergerak menuju wilayah negara lain.

"Angin musiman yang rutin terjadi," ujarnya.

Penanganan dampak asap lintas batas saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah Indonesia juga meminta agar negara-negara yang terdampak tidak saling menyalahkan terkait sumber asap.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan mengatakan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Karena itu, penanganan harus dilakukan secara bersama-sama dengan fokus mengurangi dampak.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton.

Berton mengatakan Indonesia memahami kekhawatiran negara tetangga terhadap dampak kabut asap. Menurutnya, pemerintah telah mengerahkan sumber daya dalam jumlah besar untuk mengendalikan kebakaran dari sumbernya.

"Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," ujarnya.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pemadaman darat, patroli dan pemadaman udara, water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemerintah juga memperkuat personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat serta melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

BNPB mencatat pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 30 pesawat ditempatkan di wilayah Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya beroperasi di Sumatra.

Kekuatan TNI AU juga ditambah untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di Kalimantan.

Menurut Berton, pengendalian kebakaran sedekat mungkin dengan sumbernya menjadi langkah utama untuk menekan produksi asap. Dengan demikian, potensi dampak kabut asap yang melintasi batas negara juga dapat dikurangi.

"Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," tuturnya.

Pemerintah Indonesia bersama negara-negara tetangga kini terus memantau perkembangan titik panas dan kualitas udara untuk mengantisipasi dampak karhutla yang dapat meluas ke kawasan Asia Tenggara.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sains Lawan Asap: Saat Senjata Teknologi AI dan Garam Mikro BRIN Turun Gunung Padamkan Karhutla
"Kalian Enggak Mengajukan, Ya Ajukan Dong!" Diminta 50 Kendaraan, Prabowo Malah Kirim 100 untuk Atasi Karhutla Sumsel
Prabowo: Karhutla Bencana Sangat Berbahaya, Jangan Sampai Meluas
Antisipasi Dampak El Nino, Malaysia Tawarkan Bantuan Penanganan Karhutla ke Indonesia
"Plang Seumur Hidup, Tak Boleh Ada Penanaman Lagi," Strategi Unik Riau yang Bikin Prabowo Besar Hati
BMKG Deteksi 2.945 Titik Panas di Sumatra, Sumsel Terbanyak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru