BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Sumatera Mulai Reda, Kalimantan Justru Membara: Hotspot Kalteng Melonjak 1.837 Titik dalam Sehari

Dharma - Kamis, 27 Agustus 2026 17:56 WIB
Sumatera Mulai Reda, Kalimantan Justru Membara: Hotspot Kalteng Melonjak 1.837 Titik dalam Sehari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ribuan titik panas atau hotspot masih terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia. Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 3.947 titik.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan jumlah hotspot di Kalteng meningkat 1.837 titik dibandingkan hari sebelumnya.

"Untuk situasi terkini, di mana di Kalimantan Barat jumlah hotspot naik sebanyak 215, sehingga hotspot yang ada saat ini menjadi 2.825. Kemudian jarak pandang di bawah 1 km. Untuk Kalimantan Tengah, hotspot juga naik sebesar 1.837 menjadi 3.947, jarak pandang sebesar 4 km," kata Berton dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga:

Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar). Jumlah hotspot bertambah 215 titik sehingga kini mencapai 2.825 titik. Jarak pandang di wilayah tersebut dilaporkan berada di bawah 1 kilometer.

Sementara itu, jumlah titik panas di Kalimantan Selatan juga mengalami peningkatan. BNPB mencatat kenaikan 262 titik dibandingkan Rabu (26/8), sehingga total hotspot di wilayah tersebut menjadi 1.079 titik.

Untuk Kalimantan Selatan, jarak pandang dilaporkan masih berada di atas 7 kilometer.Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot justru mengalami penurunan. Titik panas berkurang 263 titik sehingga tersisa 1.175 hotspot, dengan jarak pandang mencapai 8 kilometer.

Penurunan hotspot juga terjadi di Riau dan Jambi. Di Riau, jumlah titik panas turun 157 titik dan kini tercatat sebanyak 68 hotspot.

Sedangkan di Jambi, hotspot berkurang 92 titik sehingga tersisa 42 titik panas.

BNPB berharap penurunan titik panas juga terus terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan hingga kondisi kembali normal.

"Kita berharap titik panas yang ada di Sumatera dan di Kalimantan turun secara signifikan dan bahkan menjadi normal," ujar Berton.

Tingginya jumlah hotspot di sejumlah wilayah tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait masih melakukan pemantauan serta penanganan di daerah yang dinilai rawan kebakaran.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update Gempa NTT: Korban Tewas Tembus 111, Gempa Susulan Sudah 8.193 Kali
81 Ribu Rumah Rusak, 105 Nyawa Melayang, 179 Ribu Warga Masih Bertahan di Pengungsian Akibat Gempa NTT
Mendagri Larang Buka Lahan dengan Cara Dibakar, Bobby Nasution: Satgas Libatkan Masyarakat Sudah Dibentuk Sejak 2025
Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Tangani Karhutla Kalimantan: Asal Jangan Di-mark Up!
7.029 Kali Bumi Bergetar, BNPB Prediksi Gempa Susulan NTT Baru Reda Awal September
11 Hari Diguncang 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Orang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru