BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Dari Ide 'Ubi Bombing' Prabowo hingga Kajian BRIN: Tepung Singkong Disiapkan Jadi Senjata Baru Padamkan Karhutla

Johan - Jumat, 28 Agustus 2026 16:09 WIB
Dari Ide 'Ubi Bombing' Prabowo hingga Kajian BRIN: Tepung Singkong Disiapkan Jadi Senjata Baru Padamkan Karhutla
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria usai dilantik Kepala BRIN di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). (Foto: KOMPAS/FIKA NURUL ULYA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji pemanfaatan bahan berbasis tepung singkong untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi tersebut disebut memiliki potensi untuk digunakan dalam membantu pemadaman api.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan kajian terhadap bahan berbasis singkong tersebut sudah dilakukan. Secara teori, bahan itu dinilai memungkinkan digunakan dalam penanganan karhutla.

"Ya, BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga:

Meski demikian, penggunaan teknologi tersebut masih dalam tahap persiapan dan pengembangan. BRIN juga berkoordinasi dengan Polri untuk menindaklanjuti rencana pemanfaatan bahan berbasis tepung singkong dalam penanganan karhutla.

"Nah sekarang persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya ya," ujarnya.

Selain mengembangkan bahan pemadam berbasis singkong, BRIN turut berkoordinasi dengan Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam penanganan karhutla.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah teknologi modifikasi cuaca. Arif mengatakan koordinasi dengan kedua lembaga tersebut telah dilakukan untuk mendukung penanganan kebakaran dan kondisi cuaca yang berkaitan dengan karhutla.

"Yang jelas kami dengan Polri terkait dengan Karhutla ini, termasuk dengan BMKG, kami juga sudah koordinasi untuk modifikasi cuaca," katanya.

BRIN juga menemukan sejumlah material yang dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi dalam teknologi modifikasi cuaca. Di antaranya Jumakron dan natrium klorida (NaCl) dengan ukuran 25 mikron.

"Ya karena memang BRIN menemukan juga beberapa teknologi ya, material untuk modifikasi cuaca seperti Jumakron, NaCl 25 mikron yang memang itu lebih efisien untuk mengatasi, untuk digunakan, dalam teknologi modifikasi cuaca," jelas Arif.

Berawal dari Rapat Prabowo

Rencana pemanfaatan bahan berbasis tepung singkong sebelumnya dibahas Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya zat berbahan baku tepung yang dinilai dapat membantu mencegah dan memadamkan api, khususnya pada tahap awal kebakaran.

Menurut Sigit, bahan tersebut bekerja dengan memisahkan unsur yang diperlukan dalam proses pembakaran sehingga api dapat diredam. Efektivitasnya juga disebut bergantung pada jumlah bahan yang digunakan.

Prabowo kemudian menanyakan bahan dasar zat tersebut. Sigit menjawab bahan itu berasal dari ubi atau singkong.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis kemudian menjelaskan inovasi tersebut merupakan hasil temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Karena kapasitas produksinya masih terbatas, Prabowo meminta agar bahan tersebut diproduksi dalam skala lebih besar sekaligus diuji untuk mengetahui tingkat efektivitasnya.

"Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi? Dari singkong? Wah coba diproduksi dalam skala besar ya, kau ajukan biaya untuk produksinya. Ya kita kita usahakan semua upaya," ujar Prabowo.

Disebut Berpotensi untuk Ubi Bombing

Prabowo juga membuka kemungkinan bahan berbasis tepung singkong tersebut digunakan dari udara menggunakan helikopter untuk menjangkau titik kebakaran. Konsep itu kemudian disebutnya sebagai "ubi bombing".

"Berarti yang yang kita water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing," kata Prabowo.

Ia meminta dilakukan pengujian untuk mengetahui seberapa efektif bahan tersebut apabila ditebarkan dari udara, termasuk luas area yang mampu dipadamkan.

"Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga meminta BNPB mengecek bahan pemadam lain yang berpotensi lebih efektif dibandingkan air.

BRIN kemudian diminta meneliti kemungkinan memproduksi atau mendapatkan bahan pemadam tersebut untuk mendukung petugas di lapangan.

Dengan kajian BRIN dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah berharap berbagai inovasi penanganan karhutla dapat diuji secara terukur sebelum diterapkan secara lebih luas.

Pemanfaatan bahan berbasis singkong tersebut saat ini masih berada pada tahap kajian dan persiapan. Efektivitas penggunaannya terhadap kebakaran hutan dan lahan masih membutuhkan pengujian lebih lanjut.* (in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Antisipasi Karhutla dan Kabut Asap, Bobby Nasution Instruksikan BPBD Sumut Tak Hanya di Kantor
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026: Seluruh Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026: Seluruh Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru