BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Ganti Pemimpin Boleh, tapi Institusi Jangan Ikut Runtuh, Pesan Peraih Nobel James Robinson untuk Indonesia

Johan - Sabtu, 29 Agustus 2026 19:25 WIB
Ganti Pemimpin Boleh, tapi Institusi Jangan Ikut Runtuh, Pesan Peraih Nobel James Robinson untuk Indonesia
Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson saat diskusi buku Why Nations Fail di Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2026). (Foto: KOMPAS/BAHARUDIN AL FARISI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Peraih Nobel Ekonomi 2024 sekaligus penulis buku Why Nations Fail, James A. Robinson, menilai kemajuan suatu negara tidak boleh bergantung pada sosok pemimpinnya. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan justru ditentukan oleh kekuatan institusi politik dan ekonomi yang dibangun dalam sistem negara.

Robinson menyampaikan pandangan tersebut saat menjadi pembicara dalam diskusi buku Mengapa Negara Gagal (Why Nations Fail) di Gramedia Makarya, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

"Untuk memajukan suatu negara, kita tidak boleh bergantung pada siapa yang memimpin, melainkan pada institusi yang dibangun dalam sistem negara tersebut," kata Robinson dalam siaran pers penerbit Gramedia.

Baca Juga:

Ilmuwan politik dari Universitas Harvard itu mengatakan institusi politik dan ekonomi yang kuat menjadi fondasi penting agar kemajuan negara dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Menurut Robinson, sistem yang kuat akan membuat pembangunan tidak bergantung pada visi atau kebijakan satu orang. Dengan demikian, pergantian kepemimpinan tidak seharusnya menghentikan laju kemajuan sebuah negara.

"Dengan begitu, siapa pun yang memimpin, laju kemajuan negara akan tetap terjaga dan tidak bergantung pada satu visi atau sosok pemimpin," ujarnya.

Robinson juga menyoroti peran pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi, termasuk melalui hilirisasi dan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, keterlibatan negara yang kuat dalam perekonomian tidak otomatis membuat sistem tersebut menjadi ekstraktif.

Ia menilai campur tangan negara tetap dapat memberikan manfaat luas apabila disertai tata kelola pemerintahan yang transparan serta kompetisi yang adil.

Dalam buku Why Nations Fail yang ditulis Robinson bersama Daron Acemoglu, keduanya membedakan institusi politik dan ekonomi menjadi dua karakter utama, yakni inklusif dan ekstraktif.

Institusi inklusif atau terbuka memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi maupun politik. Sistem tersebut memungkinkan lebih banyak kelompok mendapatkan akses terhadap peluang serta sumber daya.

Sebaliknya, institusi ekstraktif cenderung membuat kekuasaan dan sumber daya terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Kondisi tersebut dapat menghambat pemerataan manfaat pembangunan.

Karena itu, Robinson menilai ukuran keberhasilan sebuah negara tidak cukup hanya dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana institusi memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati masyarakat secara luas.

Pandangan tersebut menjadi salah satu gagasan utama dalam Why Nations Fail, yang membahas hubungan antara kualitas institusi, distribusi kekuasaan dan keberhasilan atau kegagalan suatu negara dalam membangun perekonomian.

Robinson juga menekankan pentingnya membangun institusi yang tetap berjalan efektif meskipun terjadi pergantian pemerintahan. Dengan sistem yang kuat, kebijakan publik dapat memiliki kesinambungan dan tidak berubah hanya karena pergantian figur pemimpin.

Menurut dia, pembangunan berkelanjutan membutuhkan institusi yang mampu menciptakan kesempatan ekonomi dan politik secara lebih merata. Institusi tersebut juga harus memiliki mekanisme untuk mencegah kekuasaan dan sumber daya hanya dikuasai kelompok tertentu.

Gagasan Robinson menjadi relevan dalam pembahasan pembangunan Indonesia, terutama ketika pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan industri. Kebijakan tersebut, menurutnya, perlu berjalan bersama tata kelola yang transparan dan kompetitif agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, kemajuan suatu negara tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang berada di puncak kekuasaan. Kekuatan institusi dan kualitas tata kelola menjadi faktor penting untuk menjaga pembangunan tetap berjalan dalam jangka panjang.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Warga Dairi Desak BGN Cabut Izin SPPG Sidikalang 3 Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG
Fraksi PAN DPRD Muaro Jambi Sambut Baik Percepatan Pelantikan dan Penyerahan SK PPPK Gelombang 1
Effendi-Murphi Unggul Sementara di Pilkada Toba 2024 dengan 43,65 Persen Suara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru