BREAKING NEWS
Sabtu, 24 Oktober 2026

Prabowo Usul Buka Jalur Penerbangan dan Pelayaran Langsung Indonesia-Rusia

Administrator - Kamis, 03 September 2026 18:46 WIB
Prabowo Usul Buka Jalur Penerbangan dan Pelayaran Langsung Indonesia-Rusia
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis, 3 September 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

VLADIVOSTOK — Presiden Prabowo Subianto mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan hubungan ekonomi dan antarmasyarakat kedua negara.

Prabowo menyampaikan hal itu saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis, 3 September 2026.

Baca Juga:

Menurut Prabowo, konektivitas langsung dapat meningkatkan kunjungan masyarakat Rusia ke Indonesia maupun sebaliknya.

Jalur tersebut juga diharapkan membuka peluang yang lebih besar bagi perdagangan dan kerja sama ekonomi.

"Jalur penerbangan langsung akan membawa pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia. Kapal mengangkut barang, pesawat mengangkut persahabatan," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Untuk mewujudkan konektivitas tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kepastian dalam berbagai aspek, mulai dari jadwal perjalanan, biaya, asuransi hingga ketersediaan kargo untuk perjalanan dua arah.

Ia mengatakan persoalan tersebut dapat dibahas melalui Eastern Economic Forum.

Prabowo berharap Indonesia dan Rusia dapat membangun jalur pengiriman langsung yang kompetitif.

"Saya percaya, dalam Forum ini, kita dapat membangun pengiriman langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia dengan jadwal, biaya, asuransi, dan kargo yang dapat diprediksi di kedua arah," kata Prabowo.

Prabowo juga menilai hubungan bisnis antara Indonesia dan Rusia yang semakin intensif perlu dikembangkan dari hubungan personal menjadi kerja sama kelembagaan yang lebih kuat.

Menurut dia, kerja sama jangka panjang membutuhkan aturan yang jelas, sistem pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang terprediksi, serta kesepakatan yang tetap berjalan meskipun terjadi pergantian pejabat.

"Tugas yang ada di hadapan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan kelembagaan, aturan yang jelas, pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang dapat diprediksi, dan perjanjian yang tetap berlaku meskipun terjadi pergantian pejabat," ujar dia.

Presiden Prabowo mengatakan kerja sama Indonesia dan Rusia tidak seharusnya hanya berfokus pada perdagangan barang.

Menurut dia, peluang kerja sama dapat diperluas ke sejumlah sektor, antara lain energi, ketahanan pangan, industrialisasi, antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi.

Di sektor pangan dan industri, Indonesia menawarkan kerja sama dalam teknologi pertanian, benih unggul, peternakan, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, produksi pupuk, hingga hilirisasi berbagai produk.

Kerja sama hilirisasi tersebut mencakup sejumlah sektor seperti pangan, farmasi, furnitur, dan elektronik.

"Jadi saya katakan langsung kepada perusahaan-perusahaan Rusia: datanglah ke Indonesia, bekerja sama dengan kami, berproduksi bersama kami, mari kita membangun industri bersama, mari kita menciptakan nilai bersama," ucap Presiden Prabowo.

Prabowo juga mengajak perusahaan Rusia menjadikan Indonesia sebagai pintu masuk menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.

Untuk memperkuat investasi kedua negara, Prabowo menawarkan peran Danantara sebagai jembatan antara modal Indonesia dan Rusia.

Ia juga mendorong Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk tidak berhenti pada tahap penjajakan peluang investasi, tetapi bergerak menuju pembiayaan proyek yang dinilai layak secara bisnis.

"Danantara dan dana kekayaan negara Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF), dapat beralih dari mengidentifikasi peluang ke membiayai proyek-proyek yang layak investasi," tandasnya.

Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas hubungan Indonesia-Rusia melalui konektivitas, perdagangan, investasi, hingga kerja sama industri dan berbagai sektor strategis lainnya.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Inalum Perkuat Hilirisasi Aluminium dan Komitmen ESG, Andalkan Energi Bersih 603 MW
Media Mind 2026, Inalum Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kualitas Karya Jurnalistik
Prabowo kepada Perusahaan Rusia: Datanglah ke Indonesia, Bekerja Sama dengan Kami
Di Hadapan Putin, Prabowo Tegaskan Indonesia Non-Blok: Kami Ingin Bekerja Sama dengan Semua Negara
Wagub Sumut Minta Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Kualanamu-Nias, Bidik Pertumbuhan Wisata dan Investasi
Gallery Mustika Deli Catat Omzet Rp509 Juta, UMKM Medan Makin Naik Kelas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru