BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Sumut Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman, Bobby Nasution Pertimbangkan Modifikasi Cuaca

Administrator - Jumat, 23 Oktober 2026 23:11 WIB
Sumut Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman, Bobby Nasution Pertimbangkan Modifikasi Cuaca
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. (Foto: DISKOMINFO SUMUT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mempertimbangkan kembali pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah. Pemprov Sumut akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum memutuskan pelaksanaan operasi tersebut.

Rencana itu disampaikan Bobby saat menghadiri kegiatan Teras Pelajar Sumut Berkah di halaman Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (23/10/2026). Ia meminta jajarannya memantau kondisi asap dalam satu hingga dua hari ke depan dan mengecek kemungkinan turunnya hujan.

Sebelumnya, Pemprov Sumut telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada 16-18 Oktober 2026 untuk membantu mengurangi kabut asap. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan hujan dapat turun di wilayah terdampak sehingga kualitas udara membaik.

Baca Juga:

Bobby mengungkapkan, salah satu alasan upaya tersebut dipertimbangkan kembali adalah agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan belajar siswa, tidak terus terganggu oleh kabut asap. Dalam acara tersebut, ia sempat menanyakan kepada para pelajar apakah mereka senang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Para siswa menjawab tidak.

Sebelumnya, Pemprov Sumut menerapkan kebijakan PJJ pada 16-20 Oktober 2026 akibat kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.

"Pak Inspektur, Pak Asisten, kalau memang masih satu dua hari ini, kalau besok asapnya makin tebal, saya minta tolong kayak kemarin OMC kita lakukan lagi. Tolong dicek apakah ada kemungkinan turun hujan, kalau memang belum ada kita laksanakan rekayasa cuaca lagi," ujar Bobby.

Menurut Bobby, operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat mengurangi paparan asap sekaligus mendukung agar siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah masing-masing.

"Intinya ini agar anak-anak kita tetap merasakan belajar langsung di sekolahnya masing-masing, jangan melaksanakan PJJ, karena langsung anak-anak nolak ini," katanya.

Meski demikian, Bobby menegaskan pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan BMKG untuk mempertimbangkan kondisi atmosfer, peluang hujan, serta tingkat keparahan kabut asap sebelum mengambil keputusan.

"Tapi nanti kami akan koordinasi dulu dengan BMKG, nggak bisa sembarangan juga, itu cuaca bukan suka-suka, kami akan berkoordinasi, kalau memang asapnya sudah masuk kategori bahaya lagi, pasti ini akan kita coba lakukan (OMC)," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan, sebaran asap terdeteksi di sebagian besar wilayah Sumut pada Jumat (23/10/2026). Berdasarkan analisis citra satelit, asap terpantau di sejumlah wilayah Sumut bagian selatan, timur, dan barat.

Hendro menjelaskan, analisis pola angin menunjukkan pergerakan dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi tersebut mengindikasikan asap yang menyelimuti Sumut kemungkinan merupakan kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tak Bisa Asal Tetapkan! BNPB Bongkar Syarat Karhutla Bisa Naik Jadi Bencana Nasional
BBMKG Wilayah I Medan Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk 33 Kabupaten/Kota di Sumut
Duka Karhutla Bromo Bertambah! Petugas Artotel Suraji Gugur, Korban Jiwa Tembus 6 Orang
BNPB Sebut Riau Kini Bebas Titik Api Karhutla, Prioritas Penanganan Bergeser ke 5 Provinsi
BBMKG Ungkap Penyebab Medan Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman Karhutla
Prakiraan BMKG 23–25 Oktober: Medan Berpotensi Cuaca Ekstrem, Warga Imbau Waspadai Banjir
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru