Sumut Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman, Bobby Nasution Pertimbangkan Modifikasi Cuaca
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mempertimbangkan kembali pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurang
PEMERINTAHAN
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mempertimbangkan kembali pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah. Pemprov Sumut akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum memutuskan pelaksanaan operasi tersebut.
Rencana itu disampaikan Bobby saat menghadiri kegiatan Teras Pelajar Sumut Berkah di halaman Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (23/10/2026). Ia meminta jajarannya memantau kondisi asap dalam satu hingga dua hari ke depan dan mengecek kemungkinan turunnya hujan.
Sebelumnya, Pemprov Sumut telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada 16-18 Oktober 2026 untuk membantu mengurangi kabut asap. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan hujan dapat turun di wilayah terdampak sehingga kualitas udara membaik.Baca Juga:
Bobby mengungkapkan, salah satu alasan upaya tersebut dipertimbangkan kembali adalah agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan belajar siswa, tidak terus terganggu oleh kabut asap. Dalam acara tersebut, ia sempat menanyakan kepada para pelajar apakah mereka senang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Para siswa menjawab tidak.
Sebelumnya, Pemprov Sumut menerapkan kebijakan PJJ pada 16-20 Oktober 2026 akibat kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
"Pak Inspektur, Pak Asisten, kalau memang masih satu dua hari ini, kalau besok asapnya makin tebal, saya minta tolong kayak kemarin OMC kita lakukan lagi. Tolong dicek apakah ada kemungkinan turun hujan, kalau memang belum ada kita laksanakan rekayasa cuaca lagi," ujar Bobby.
Menurut Bobby, operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat mengurangi paparan asap sekaligus mendukung agar siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah masing-masing.
"Intinya ini agar anak-anak kita tetap merasakan belajar langsung di sekolahnya masing-masing, jangan melaksanakan PJJ, karena langsung anak-anak nolak ini," katanya.
Meski demikian, Bobby menegaskan pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan BMKG untuk mempertimbangkan kondisi atmosfer, peluang hujan, serta tingkat keparahan kabut asap sebelum mengambil keputusan.
"Tapi nanti kami akan koordinasi dulu dengan BMKG, nggak bisa sembarangan juga, itu cuaca bukan suka-suka, kami akan berkoordinasi, kalau memang asapnya sudah masuk kategori bahaya lagi, pasti ini akan kita coba lakukan (OMC)," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan, sebaran asap terdeteksi di sebagian besar wilayah Sumut pada Jumat (23/10/2026). Berdasarkan analisis citra satelit, asap terpantau di sejumlah wilayah Sumut bagian selatan, timur, dan barat.
Hendro menjelaskan, analisis pola angin menunjukkan pergerakan dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi tersebut mengindikasikan asap yang menyelimuti Sumut kemungkinan merupakan kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan.
Meski demikian, BMKG menyebut kualitas udara di Sumut masih berada dalam kategori baik hingga sedang berdasarkan pemantauan saat itu. Kondisi ini tetap perlu dipantau karena perubahan konsentrasi asap dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk. Warga juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap.
Pemprov Sumut akan mencermati perkembangan kondisi udara dan berkoordinasi dengan BMKG untuk menentukan langkah lanjutan. Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca masih bergantung pada hasil evaluasi kondisi atmosfer serta tingkat keparahan kabut asap di wilayah terdampak.* (km/dh)
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mempertimbangkan kembali pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurang
PEMERINTAHAN
BATU Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penetapan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasio
NASIONAL
MEDAN Perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membangun lingkungan kerja dan organisasi yang harm
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan program Teras Pelajar Sumut Berkah sebagai wadah kreativi
PENDIDIKAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, H Zakiyuddin Harahap, mengikuti konferensi pers Kapolri dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumut Meno
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian telepon genggam (HP) milik pedagang di Kota Banda Aceh,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Peneliti Bonatua Silalahi melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Badan Pengawas Pem
POLITIK
BANDA ACEH Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., mengisi kuliah tamu di Un
PENDIDIKAN
DELI SERDANG Bentrokan yang diduga melibatkan dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut bersilaturahmi sekaligus diskusi program pemberdayaa
PERTANIAN AGRIBISNIS