Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KARO — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menjenguk sejumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit Efarina Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2026) pagi.
Para korban diketahui mengonsumsi makanan yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Manunggal Kartika Jaya Berastagi.
Kedatangan Gibran ke RS Efarina menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat terlihat menunggu di sekitar rumah sakit ketika rombongan Wakil Presiden tiba.
Baca Juga:
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
Rombongan kemudian memasuki area rumah sakit dengan pengawalan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Sejumlah perwakilan orang tua korban juga ikut masuk ke dalam rumah sakit.
Sebelumnya, para orang tua tersebut menyampaikan keberatan atas kasus yang menimpa anak-anak mereka setelah mengonsumsi makanan MBG.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena para siswa yang terdampak harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami gangguan kesehatan akibat makanan program MBG.
Beberapa orang tua korban bahkan menyatakan berencana menempuh jalur hukum terhadap pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Mereka meminta kasus dugaan keracunan MBG di Karo diusut secara menyeluruh.
Para orang tua juga meminta pihak yang bertanggung jawab memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas dampak yang dialami anak-anak mereka.
Kunjungan Gibran ke RS Efarina Berastagi menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi para siswa yang terdampak kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo.
Selain mendapatkan penanganan medis, para korban juga terus dipantau oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
Kasus ini sebelumnya telah mendorong pemeriksaan terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk makanan yang disuplai oleh SPPG yang menjadi penyedia makanan bagi para siswa.
Pemeriksaan dan evaluasi diperlukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar keamanan pangan dan tidak kembali menimbulkan persoalan kesehatan bagi penerima manfaat.
Bagi orang tua korban, proses penanganan tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan anak, tetapi juga kepastian mengenai penyebab kejadian serta pertanggungjawaban pihak yang terkait.* (mi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.