BREAKING NEWS
Kamis, 17 September 2026

Siswa SMKN 1 Merdeka Karo Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG, Bobby Nasution: Jangan Dianggap Lebay!

Abyadi Siregar - Kamis, 17 September 2026 16:32 WIB
Siswa SMKN 1 Merdeka Karo Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG, Bobby Nasution: Jangan Dianggap Lebay!
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (foto: Bobby Nasution/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga Rabu, 16 September 2026, sejumlah siswa masih menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi.

Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih dalam proses penelusuran.

Baca Juga:

Bobby mengatakan penanganan terhadap para siswa tidak cukup hanya dilakukan dari sisi medis.

Kondisi psikologis mereka juga perlu mendapat perhatian setelah mengalami kejadian tersebut.

"Anak-anak ini harus kita ayomi, kita lindungi. Jangan dianggap lebay, jangan dianggap drama," kata Bobby saat memberikan keterangannya di Kantor Gubernur Sumut, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Bobby, setiap anak memiliki kondisi mental dan respons yang berbeda ketika menghadapi peristiwa yang berpotensi menimbulkan trauma.

Karena itu, para siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG perlu mendapatkan pendampingan secara menyeluruh.

"Enggak semua anak itu mentalnya sama. Sama seperti korban kecelakaan, responsnya berbeda-beda," ujarnya.

Bobby menilai pengalaman yang dialami para siswa tidak hanya berkaitan dengan keluhan kesehatan.

Peristiwa tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis sehingga pendampingan terhadap mereka perlu dilakukan.

Kasus gangguan kesehatan di SMK Negeri 1 Merdeka membuat puluhan siswa mendapatkan perawatan medis.

Jumlah siswa yang mengalami keluhan dilaporkan berkembang, sementara penyebab pasti kejadian masih ditelusuri.

Bobby mengatakan penanganan terhadap siswa tidak boleh menjadi tanggung jawab satu pihak saja.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, pihak sekolah, tenaga kesehatan, pengelola MBG, serta pihak terkait lainnya perlu memastikan para siswa mendapatkan perlindungan dan penanganan yang sesuai.

Menurut dia, hal paling mendesak saat ini adalah memastikan kondisi para siswa aman dan memperoleh perhatian yang layak.

"Yang paling penting sekarang bagaimana anak-anak ini kita ayomi dan masyarakat juga kita ayomi," katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan kasus dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG di Karo tidak hanya berfokus pada perawatan medis.

Pendampingan terhadap kondisi psikologis siswa juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan selama proses penanganan berlangsung.* (sp/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Kembangkan Kawasan Perikanan Unggulan, Produksi hingga Hilirisasi Digenjot
DKP Sumut Perkuat Ekonomi Biru, Sibolga hingga Batubara Jadi Kawasan Perikanan Unggulan
20 Warga Tanjungbalai Dapat Bantuan Bedah Rumah, Masing-Masing Rp30 Juta
"Kita Tidak Gagal, Kita Berhasil": Prabowo Semprot Kelompok Ekstrem dan Beberkan Bukti MBG
Ironi Birokrasi Tinggalkan 'Beban' Temuan Rp 4,4 Miliar, Ali Sipahutar Malah Promosi Jadi Sekwan DPRD Sumut
Kucurkan Rp 100 Miliar Lebih, Pemprov Sumut Kebut Perbaikan Ratusan Kelas SMA-SMK yang Hancur Diterjang Bencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru