Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) membangun dan merehabilitasi ruang kelas SMA, SMK dan SLB negeri yang terdampak bencana akhir tahun lalu. Pada 2026, program tersebut mencakup puluhan sekolah dengan ratusan ruang kelas yang dibangun maupun diperbaiki.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) diprioritaskan untuk penanganan sekolah yang terdampak bencana. Dana tersebut diarahkan untuk rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru.
"Jadi kita mendapat dana TKD yang kita prioritaskan proses rehabilitasinya untuk daerah terdampak bencana. Untuk tahun 2026 ini, sekolah-sekolah yang terdampak bencana itu kita anggarkan untuk proses rehabilitasinya," kata Terang, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga:
Menurut Terang, pembiayaan dari Pemprov Sumut dipisahkan dari anggaran yang berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan.
"Anggaran yang diberikan ke sekolah-sekolah baik itu melalui cabang dinas maupun bidang, itu tidak beririsan dengan dana dari kementerian. Jadi kita pisahkan kalau sudah dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah," jelasnya.
Secara keseluruhan, Pemprov Sumut menyiapkan program pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 297 ruang kelas SMA, SMK dan SLB pada 2026. Program tersebut mencakup pembangunan ruang kelas baru serta rehabilitasi ruang kelas yang mengalami kerusakan.
Untuk pembangunan ruang kelas baru, terdapat 120 ruang kelas yang tersebar di 43 sekolah. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp41,49 miliar.
"Untuk ruang kelas baru ada 120 kelas untuk 43 sekolah dengan anggaran Rp41.494.275.000," ujar Terang.
Sementara itu, rehabilitasi dilakukan terhadap 187 ruang kelas yang tersebar di 70 sekolah. Program tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp31,39 miliar.
"Melaksanakan rehabilitasi terhadap 187 ruang kelas dan saat ini sudah ada yang berproses dengan rata-rata pekerjaan fisik di 70 persen," tuturnya.
Dari 187 ruang kelas yang direhabilitasi tersebut, sebanyak 17 ruang kelas disebut telah selesai dikerjakan, sementara pekerjaan lainnya masih berlangsung.
Selain pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, Pemprov Sumut juga menyiapkan program revitalisasi terhadap tujuh sekolah. Program tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Daerah (PSD) dengan total anggaran sekitar Rp31,08 miliar.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.