BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Aneh tapi Nyata! Perabot Mewah di Lapas Cibinong Mendadak Raib Saat Disidak Ulang

Nurul - Jumat, 25 September 2026 20:33 WIB
Aneh tapi Nyata! Perabot Mewah di Lapas Cibinong Mendadak Raib Saat Disidak Ulang
Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong, Ombudsman RI temukan dugaan sel tahanan mewah (Foto: Tangkapan Layar YouTube Ombudsman RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOGOR - Kondisi sejumlah bangunan di lingkungan Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, berubah saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ulang oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI Aries Marsudiyanto, Jumat (25/9/2026).

Sidak ulang tersebut dilakukan untuk mengecek langsung temuan Ombudsman RI terkait keberadaan bangunan yang disebut memiliki fasilitas seperti hunian di dalam kompleks Lapas Cibinong.

Saat Ombudsman melakukan sidak pada Rabu (23/9/2026), sejumlah bangunan disebut memiliki fasilitas seperti sofa, televisi, kulkas dan meja makan. Namun, dua hari kemudian, sebagian perabotan tersebut tidak lagi terlihat.

Baca Juga:

Dalam peninjauan ulang, Aries sempat memperhatikan salah satu ruangan dan menanyakan keberadaan pendingin ruangan (AC) yang sebelumnya terpasang.

"Ini AC-nya memang dicopot atau belum dipasang?" tanya Aries kepada Kepala Lapas Cibinong.

"Ada, Pak, AC-nya," jawab Kalapas.

"Kenapa dicopot?" tanya Aries.

"Kemarin rusak," jawab Kalapas.

Selain AC, sejumlah perabotan seperti meja makan dan perlengkapan dapur yang sebelumnya terlihat dalam pemeriksaan Ombudsman juga tidak tampak saat sidak ulang.

Perubahan kondisi tersebut menjadi bagian yang akan didalami Bappisus bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Nanti kita investigasi. Kalau ada sesuatu yang tidak benar di situ, dilakukan oleh siapa, kita akan tindak. Jadi ini kewajiban kita semua," kata Aries.

Aries mengatakan investigasi harus dilakukan secara objektif dan tidak didasarkan pada kecurigaan semata. Dia juga mengingatkan pentingnya asas praduga tak bersalah dalam proses pemeriksaan.

"Tapi kita juga jangan selalu dipenuhi dengan rasa curiga. Kita harus objektif. Ada asas praduga tak bersalah yang harus kita junjung. Kita juga harus profesional," ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya barang atau perabotan yang dipindahkan sebelum sidak ulang, Aries mengatakan hal tersebut akan menjadi bagian dari investigasi.

"Makanya itu gunanya investigasi. Sesuatu mana yang berubah, mana yang tidak, itu kan kita bukan orang yang tidak pengalaman. Intinya, setiap saat kan ada kejadian, yang enggak benar ya kita benerin," katanya.

Aries menegaskan apabila investigasi menemukan adanya pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab akan ditindak.

"Apapun bentuknya ruangan itu, bila dipakai untuk hal-hal yang menyimpang aturan, kita akan awasi dan tegakkan," ujarnya.

Dia juga meminta seluruh kepala lapas memperketat pengawasan terhadap aktivitas dan penggunaan fasilitas di lingkungan pemasyarakatan.

"Kepada seluruh kepala lapas seluruh Indonesia, saya minta bersihkan seluruh kegiatan di lapas, awasi anak buah, kontrol anak buah, jangan sampai digunakan untuk kepentingan pribadi dan transaksional," tegas Aries.

Sebelumnya, Ombudsman RI menemukan sejumlah bangunan di bagian belakang Lapas Cibinong yang disebut memiliki fasilitas menyerupai hunian atau rumah singgah. Ombudsman juga melihat beberapa kendaraan mewah, salah satunya Toyota Alphard, terparkir di kawasan tersebut.

Namun, Ombudsman belum dapat memastikan siapa pemilik kendaraan maupun kaitannya dengan warga binaan, petugas atau pihak lain.

Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin sebelumnya menyebut beberapa bangunan tersebut memiliki fasilitas seperti ruang tamu, kamar tidur dan dapur. Ia menggambarkan fasilitas yang ditemukan sebagai bangunan dengan kelengkapan seperti hunian.

Temuan tersebut kini menjadi bagian dari pemeriksaan lebih lanjut oleh Bappisus dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.* (tm/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kadinkes Nias Didakwa Korupsi Proyek RSU Kelas D Pratama Rp38,5 Miliar, Kerugian Negara Rp800 Juta
Drainase Jalan Gaperta Diperbesar, Rico Waas Harap Genangan dan Banjir Berkurang
Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi HMI Kisaran-Asahan, Dorong Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah
Mahyaruddin Salim Dorong LASQI Tanjungbalai Jadi Wadah Pengembangan Seni Qasidah
Wali Kota Tanjungbalai: Jangan Persulit Pengurusan Sertifikat Tanah Wakaf, Layanan Administrasi Harus Gratis!
Nuansa Korupsi 'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong: Pengamat Desak KPK dan Kejagung Turun Tangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru