BREAKING NEWS
Senin, 28 September 2026

Tegas Sebut OPM Separatis Harus Ditumpas, Panglima TNI: Penyelesaian Papua Tak Cukup Cuma Militer

gusWedha - Senin, 28 September 2026 08:38 WIB
Tegas Sebut OPM Separatis Harus Ditumpas, Panglima TNI: Penyelesaian Papua Tak Cukup Cuma Militer
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok separatis yang harus ditindak. Namun, Agus menegaskan penyelesaian persoalan di Papua tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan militer dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat menghadiri Festival Band Tahun 2026 dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).

Saat ditanya mengenai kelompok yang memprotes tindakan TNI di Papua, Agus menyebut OPM sebagai kelompok separatis.

Baca Juga:

"Ya OPM ini kan separatis, ya harus ditumpas. Tidak boleh ada separatis di negara kita," kata Agus.

Meski demikian, Agus mengatakan persoalan Papua harus ditangani secara kolaboratif. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur pemerintah diperlukan agar penyelesaian persoalan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan.

"Saya udah bilang awal dulu ya bahwa penyelesaian Papua itu harus kolaborasi, tidak hanya TNI. Kalau konotasinya hanya TNI nanti kekerasan," ujarnya.

Agus mengatakan kondisi geografis dan luasnya wilayah Papua membuat penanganan persoalan di daerah tersebut membutuhkan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait.

Selain menjalankan operasi keamanan, TNI juga melakukan pendekatan teritorial di sejumlah wilayah Papua. Kegiatan tersebut antara lain pembangunan fasilitas umum, penyediaan sarana air bersih, perbaikan sekolah dan pelayanan kesehatan.

Agus juga menyebut sejumlah prajurit ditugaskan mengajar di daerah-daerah terpencil.

"Bahkan prajurit saya ada yang mengajar, mengajar di daerah-daerah terpencil," katanya.

Menurut Agus, kegiatan teritorial tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua.

"Jadi kita ke sana membantu percepatan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di sana, mempercepat pembangunan," ujar Agus.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua masih menjadi perhatian. Pada Jumat (25/9/2026), Koops TNI Habema menyebut empat anggota kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM Kodap VIII/Intan Jaya tewas dalam kontak senjata di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Keterangan tersebut berasal dari pihak TNI.

Sehari kemudian, empat anggota kelompok bersenjata yang disebut sebagai anggota OPM di Puncak Jaya menyerahkan empat pucuk senjata dan menyatakan memilih meninggalkan kekerasan serta kembali menjalani kehidupan bersama masyarakat. Penyerahan tersebut dilakukan dalam upacara reintegrasi nasional di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya pada Sabtu (26/9/2026).

Dengan demikian, pernyataan Panglima TNI tersebut menunjukkan dua pendekatan yang berjalan dalam penanganan persoalan Papua, yakni operasi keamanan terhadap kelompok bersenjata serta pendekatan teritorial dan reintegrasi bagi pihak yang memilih meninggalkan kekerasan.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Aceh Youthpreneur 2026 Dorong Pemuda Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Usaha
Harhubnas 2026, Bobby Nasution Dorong Konektivitas Transportasi Sumut Makin Terintegrasi
Lantik 3 Pejabat Eselon II Pemprov Sumut, Bobby Nasution: Jauhi Korupsi dan Pungli yang Merugikan Masyarakat
GMKI Asahan Siapkan Turnamen Futsal dan Dies Natalis, Bupati Taufik: Kegiatan Positif untuk Generasi Muda Harus Didukung
Tuha Peut Gampong Lam Lumpu Periode 2026-2032 Dilantik, Camat Ingatkan Transparansi Dana Gampong
Harlah Kejaksaan RI ke-81, Wali Kota Mahyaruddin Dorong Sinergi dan Penegakan Hukum Berkeadilan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru