BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

APMPEMUS Demo di Kantor Danantara, Tuntut Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santosa Dicopot

Abyadi Siregar - Rabu, 07 Oktober 2026 13:35 WIB
APMPEMUS Demo di Kantor Danantara, Tuntut Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santosa Dicopot
Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli BUMN Sumatera Utara (APMPEMUS) menggelar demonstrasi damai di kantor Danantara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli BUMN Sumatera Utara (APMPEMUS) menggelar demonstrasi damai di kantor Danantara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 14.25 WIB itu membawa sejumlah tuntutan terkait pengelolaan BUMN, khususnya PT Perkebunan Nusantara IV atau PTPN IV PalmCo.

Massa aksi membawa spanduk yang berisi tuntutan agar Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santosa segera dicopot dari jabatannya.

Baca Juga:

APMPEMUS menyebut membawa 42 dugaan permasalahan dan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang mereka minta menjadi perhatian CEO Danantara.

Pada awalnya, aksi berlangsung dengan tertib. Namun, massa mengaku dihalangi ketika hendak melakukan demonstrasi di depan pintu masuk kantor Danantara.

Massa kemudian bergeser ke pintu keluar. Di lokasi tersebut, mereka kembali mendapat pengamanan dan diminta tidak melakukan aksi di area tersebut.

Pihak keamanan menyampaikan alasan pengamanan karena Presiden Prabowo Subianto sedang berada di dalam gedung untuk mengikuti rapat.

Koordinator lapangan APMPEMUS, Faidul Anwar, mengatakan demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan perusahaan BUMN.

Menurut dia, pihaknya ingin PTPN yang berada di bawah koordinasi Danantara dapat berkembang dan memberikan keuntungan yang lebih besar.

"Kita minta CEO DANANTARA segera panggil, periksa dan copot Dirut PTPN IV Palmco Jatmiko Krisna Santosa dari jabatannya, karena kami duga ia dalang KKN dilingkungan PTPN IV," harapnya.

Faidul menyebut 42 dugaan permasalahan yang dibawa dalam aksi tersebut merupakan bagian dari aspirasi yang ingin disampaikan kepada pengelola Danantara.

Massa juga meminta dugaan-dugaan tersebut ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan mekanisme yang berlaku.

Ketua APMPEMUS Iqbal mengatakan dirinya sempat mendapat ancaman ketika aksi berlangsung.

Ia menilai kejadian tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan menyampaikan pendapat.

"Iqbal Ketua APMPEMUS mengaku, saat demo sempat diancam mau dibunuh, ini adalah bentuk pembungkaman demokrasi, negara gak boleh diam."

Iqbal juga meminta Presiden Prabowo memperhatikan aspirasi yang disampaikan massa dan memastikan demonstrasi dapat berlangsung secara aman.

"Tolong kami Presiden Prabowo jangan kami dihalangi demo oleh pihak pengamanan, kami ini rakyat. Kami adalah orang yang cinta Indonesia dan cinta PTPN IV, dengarkan suara rakyat ini, tolong presiden Prabowo untuk segera memecat Jatmiko dari Dirut PTPN IV," cetusnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Selatan meminta massa menghormati situasi karena Presiden Prabowo sedang berada di dalam gedung.

"Kita minta tolong selama ada Presiden kita jaga, karena Presiden lagi rapat di dalam, tolong dihormati, setelah Presiden balik silahkan."

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai alasan pengamanan di sekitar kantor Danantara ketika massa hendak menyampaikan aspirasi di area pintu masuk dan pintu keluar.

Aksi APMPEMUS membawa tuntutan mengenai dugaan persoalan di lingkungan PTPN IV.

Massa meminta Danantara menindaklanjuti 42 dugaan permasalahan yang mereka sampaikan, termasuk dugaan KKN.

Adapun tudingan terhadap Jatmiko Krisna Santosa dalam aksi tersebut merupakan klaim dari pihak demonstran dan masih memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak terkait.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari Jatmiko Krisna Santosa maupun manajemen PTPN IV mengenai tudingan yang disampaikan APMPEMUS dalam demonstrasi tersebut.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Susu Opao Diduga Masih Jadi Menu MBG di SPPG Medan Tembung 3, Pengamat Minta APH Turun Tangan: Penuhi Unsur Formil dan Materil Pidana
Saksi Ungkap Pesan “DPR Minta Kopi” dari Gus Alex di Sidang Korupsi Haji, Apa Maknanya?
KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Suap HGB Summarecon, Kapan Diperiksa?
Di Era Prabowo, Rocky Gerung Sebut Koperasi Mulai Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi: Tak Lagi Sekadar Tetesan CSR
KPK Temukan Praktik Joki Skripsi di 91 Persen Perguruan Tinggi
41 Dugaan Pelanggaran PTPN IV Dilaporkan ke KPK, APEMPEMUS Desak Jatmiko Krisna Santosa Diperiksa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru