BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Oktober 2026

Dilema Finansial Media Online: IMO Sumut Sebut Berita Orisinal Kunci Jaga Independensi Pers

Azryn Marida - Jumat, 09 Oktober 2026 21:54 WIB
Dilema Finansial Media Online: IMO Sumut Sebut Berita Orisinal Kunci Jaga Independensi Pers
Wartawan senior Asyari Usman (berdiri, nomor 6 dari kiri) usai diskusi foto bersama pengurus IMO Sumut dan sebagian peserta diskusi “Ngobrol Pintar Berkualitas”. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Ikatan Media Online (IMO) Sumatera Utara menyoroti tantangan berat yang dihadapi media online dalam mempertahankan keberlangsungan usaha sekaligus menjaga integritas jurnalistik. Keterbatasan pemasukan dinilai menjadi salah satu persoalan utama karena dapat memengaruhi biaya operasional, kesejahteraan jurnalis, hingga independensi media dalam menjalankan fungsi pers.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk Ngobrol Pintar Berkualitas yang digelar IMO Sumut di Medan, Jumat (9/10/2026) petang. Diskusi menghadirkan praktisi pers internasional sekaligus wartawan senior BBC London, Inggris, Asyari Usman, sebagai pembicara utama.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 wartawan dari anggota IMO maupun berbagai media massa lainnya.

Baca Juga:

Dalam diskusi itu, Asyari menilai persoalan finansial menjadi tantangan krusial bagi banyak media online. Pendapatan yang bergantung pada iklan dan berita berbayar atau pariwara dinilai tidak selalu mampu menutup kebutuhan operasional perusahaan pers.

Menurutnya, sebagian media online memang memiliki peluang menjalin kerja sama publikasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun, kerja sama tersebut belum tentu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan operasional media.

Kondisi itu berpotensi membuat perusahaan kesulitan membayar gaji jurnalis dan pekerja lainnya secara layak. Bahkan, biaya operasional dasar pun dapat menjadi beban bagi media yang memiliki pemasukan terbatas.

Keterbatasan Finansial Dinilai Bisa Memengaruhi Independensi

Asyari mengatakan persoalan keberlangsungan finansial media online tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi tantangan di berbagai negara. Di luar negeri, menurutnya, ada perusahaan media yang terpaksa menghentikan penerbitan media cetak dan mempertahankan platform online karena biaya operasionalnya relatif lebih rendah.

Meski demikian, keberadaan media online tetap bergantung pada kemampuan perusahaan memperoleh pemasukan yang memadai agar dapat beroperasi secara berkelanjutan.


Ketua IMO Sumut H. Ahmad Nuar Erde (kiri) menyerahkan cendera mata kepada wartawan senior Asyari Usman sekaligus menandai dimulainya diskusi "Ngobrol Pintar Berkualitas", Jumat (9/10/2026) di Medan. (Foto: ist/BITV)


Ia juga mengingatkan bahwa kesulitan finansial berpotensi memengaruhi independensi dan integritas jurnalistik. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, jurnalis dapat terdorong mengambil langkah pragmatis untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga sikap kritis terhadap pihak yang menjadi sumber pendapatan media berisiko melemah.

Padahal, media pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara profesional dan independen.

Berita Orisinal Jadi Modal Media Bertahan

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Asyari menilai media online tetap memiliki peluang untuk berkembang secara mandiri dan mapan. Salah satu kuncinya adalah menghasilkan berita orisinal yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, media perlu mendorong jurnalis untuk mencari berita secara mandiri, termasuk melakukan peliputan lapangan dan investigasi. Topik pemberitaan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan informasi pembaca agar media memiliki nilai dan daya tarik tersendiri.

Asyari menilai media tidak seharusnya hanya mengandalkan siaran pers (press release) atau mengunggah ulang berita dari media lain. Produksi berita yang orisinal dapat menjadi salah satu cara membangun kepercayaan sekaligus membuat pembaca kembali mengakses media tersebut.

"Jadi, artinya, bukan tidak bisa suatu media online eksis dan mapan. Memang sulit, apalagi berbagai faktor dan kondisi yang dihadapi saat ini, tetapi tetap punya kemungkinan bisa. Hanya saja memang diperlukan kesungguhan dan kerja keras, terutama kesiapan dalam segala aspek (termasuk ketersediaan finansial) dalam mengelola media online tersebut," ungkap Asyari.

Wartawan Sampaikan Keluhan soal Regulasi

Dalam diskusi tersebut, sejumlah peserta juga menyampaikan keluhan mengenai hambatan yang dinilai memengaruhi perkembangan media online, termasuk persoalan regulasi dari institusi terkait.

Namun, forum diskusi itu belum menghasilkan solusi konkret atas persoalan regulasi tersebut. Para peserta berharap IMO dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi pelaku media kepada pemerintah dan pihak terkait.

Diskusi dibuka oleh Ketua IMO Sumut Ahmad Nuar Erde, yang menyerahkan cendera mata kepada Asyari Usman sebagai pembicara utama. Adapun jalannya diskusi dipandu oleh Sekretaris IMO Sumut, Drs. Harun Alrasyid.

Melalui forum tersebut, IMO Sumut berharap berbagai tantangan yang dihadapi media online, mulai dari keberlanjutan finansial hingga independensi jurnalistik, dapat menjadi perhatian bersama demi menjaga profesionalisme pers.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pers Lintas Desa (PLD) Meminta Atensi Presiden dan Kapolri Usut Tuntas Kebakaran Rumah Wartawan di Karo
Masyarakat Minta Kapus Labuhan Ruku Di Pecat!!
Orang Tua Korban Trafficking di Sumut Minta APH Ungkap Jaringan Tppo
Cawapres Nomor Urut 1 Muhaimin Iskandar Penuhi Antusiasme Pendukung dalam Kampanye di Medan, Sumatera Utara
Kasus Dugaan TPPO, 4 Pelaku ditangkapu00a0 Polres Pelabuhan Belawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru