BREAKING NEWS
Senin, 12 Oktober 2026

Saat Asap Karhutla Selimuti Malaysia-Singapura, Apa Saja Upaya Darurat Indonesia?

Adelia Syafitri - Minggu, 11 Oktober 2026 12:08 WIB
Saat Asap Karhutla Selimuti Malaysia-Singapura, Apa Saja Upaya Darurat Indonesia?
Warga Singapura berjalan di boulevard Marina Bay yang diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia, 6 Oktober 2026.(Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan negara tetangga, tetapi juga masyarakat Indonesia. Kabut asap mengganggu kesehatan, aktivitas transportasi, dan jarak pandang di sejumlah wilayah.

Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa partikel halus dari asap dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan mencapai pembuluh darah. Paparan asap dalam kondisi udara buruk berpotensi memperburuk penyakit seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Kemenkes juga menyebut kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat meningkat 1,8 hingga 3,8 kali lipat ketika kabut asap pekat. Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengurangi paparan asap dan mengikuti anjuran kesehatan.

Gangguan juga terjadi pada penerbangan. Di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, sebanyak 15 penerbangan terdampak pada Sabtu (10/10/2026), terdiri atas tujuh keberangkatan dan delapan kedatangan.

General Manager bandara, Ahmad Syaugi Shahab, menyebut jarak pandang sempat tercatat hanya 500 meter berdasarkan pembaruan hingga pukul 12.30 WIB.

Selain itu, asap kebakaran juga dilaporkan mengganggu jarak pandang di jalan raya. Di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, kecelakaan beruntun yang melibatkan sekitar 10 kendaraan terjadi pada Selasa (6/10/2026) ketika asap kebakaran menutupi jalan. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan lima lainnya terluka.

Berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan kesehatan warga, keselamatan transportasi, dan koordinasi lintas negara. Pemerintah Indonesia bersama negara tetangga terus membahas langkah penanganan agar kebakaran dan kabut asap dapat segera mereda.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Disentil PM Malaysia Soal Kabut Asap, Menlu: RI Sudah Kerahkan 60 Ribu Personel & 48 Pesawat
Pangkas Biaya Ekspor ke Malaysia, Bobby Nasution Siapkan Subsidi Jalur Laut Buat UMKM Sumut
Sertifikat O-Level Disorot dalam Polemik Pendidikan Gibran, Benarkah Setara dengan Ijazah SMA?
Udara Nyaris Berbahaya Usai 238 Hotspot Muncul: PM Anwar Telepon Prabowo Kebut Bantuan Karhutla
Malaysia Bidik Medan, Rico Waas Tawarkan Investasi Rp14,5 Triliun dan Peluang Bisnis Baru
Drama Kejar-kejaran 5 Km di Medan: Polisi Bekuk Kurir Jaringan Malaysia & Sita 450 Pod Getar Narkoba
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru