BREAKING NEWS
Selasa, 13 Oktober 2026

Obral Dukungan Prabowo 2 Periode: Cuma Cari Aman atau Bertahan Hingga 2029?

Nurul - Selasa, 13 Oktober 2026 11:34 WIB
Obral Dukungan Prabowo 2 Periode: Cuma Cari Aman atau Bertahan Hingga 2029?
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menurut Jamiluddin, partai politik pada dasarnya berusaha mendukung kandidat yang dinilai memiliki peluang menang besar. Karena itu, dukungan yang disampaikan saat ini belum tentu bertahan ketika memasuki masa penentuan calon presiden.

Ia juga menilai dukungan lebih awal dapat memberikan keuntungan bagi partai, termasuk membuka peluang memperoleh posisi strategis di pemerintahan. Namun, langkah tersebut berpotensi mengurangi daya tawar ketika negosiasi politik menjelang Pilpres 2029 berlangsung.

Dukungan Dini Dinilai Bisa Membatasi Kader

Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menyoroti dampak dukungan dini kepada Prabowo terhadap peluang kader partai untuk maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

Menurut Agung, keputusan mendukung Prabowo sejak awal berpotensi mempersempit kesempatan kader partai yang memiliki kualitas dan potensi elektoral untuk tampil dalam Pilpres 2029.

"Jadi, dukungan awal ini sedikit banyak memutus harapan kader-kader partai yang berkualitas, yang memang punya potensi elektoral untuk bisa maju sebagai kandidat capres ataupun cawapres," ujar Agung, Selasa (13/10/2026).

Agung mengatakan, kepemilikan figur calon presiden dapat membantu partai memperkenalkan diri kepada masyarakat, terutama ketika keterikatan pemilih terhadap partai politik masih rendah. Meski begitu, ia menilai dukungan awal juga menunjukkan hubungan yang baik antara Prabowo dan partai-partai koalisi pemerintah.

Agung mengingatkan bahwa dukungan yang disampaikan sekarang belum bersifat resmi. Keputusan formal mengenai pencalonan masih akan mengikuti tahapan dan mekanisme pemilu yang berlaku.

Pengamat Ingatkan Kinerja Pemerintahan

Di sisi lain, Efriza menilai partai-partai pendukung seharusnya lebih memprioritaskan pelaksanaan program pemerintah daripada terlalu dini membicarakan Pilpres 2029.

Menurutnya, pemerintahan Prabowo masih perlu menunjukkan hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat. Ia juga mengingatkan risiko politik apabila banyak partai mendukung kandidat yang sama tanpa memunculkan alternatif calon lain.

"Tidak layak, tidak etis, karena pemerintahan baru dua tahun, kerja dan hasil kinerja pemerintah saja belum memuaskan publik," ujar Efriza.

Efriza turut mempertanyakan dampaknya terhadap persaingan demokrasi apabila banyak partai politik secara bersamaan mendukung Prabowo untuk kembali menjabat sebagai presiden.

Beragam pandangan tersebut menunjukkan dukungan sejumlah partai kepada Prabowo untuk Pilpres 2029 masih dipengaruhi kepentingan politik, peluang kemenangan, dan dinamika pemerintahan. Dukungan yang disampaikan sejak dini belum otomatis menjadi komitmen final hingga pendaftaran calon presiden dan wakil presiden mendatang.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut, Ada Eks Kepala BBPJN
Sindir RI "Ekspor" Jerebu, Malaysia Ngaku Tawaran Bantuan Karhutla Belum Direspons
Mahfud MD Blak-blakan! Minta Gibran Mundur dari Wapres: Lebih Terhormat ketimbang Dimakzulkan
Tega Nilap Duit Bencana, Eks Kadis PMD Samosir Dituntut 4 Tahun Penjara Kasus Bansos Rp1,5 M
Buntut Ijazah Gibran! KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP, Terancam Sidang Etik
Mahfud MD Sarankan Gibran Mundur, Dinilai Lebih Terhormat daripada Pemakzulan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru