BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Kontingen Indonesia Matangkan Persiapan Ziarah Militer Internasional PMI 2027 ke Prancis

gusWedha - Kamis, 15 Oktober 2026 15:13 WIB
Kontingen Indonesia Matangkan Persiapan Ziarah Militer Internasional PMI 2027 ke Prancis
Rapat pleno Panitia pelaksana Pèlerinage Militaire International (PMI) 2027 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Panitia pelaksana Pèlerinage Militaire International (PMI) 2027 mulai mematangkan persiapan kontingen Indonesia untuk mengikuti Ziarah Militer Internasional di Lourdes, Prancis.

Persiapan tidak hanya mencakup aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga penguatan iman, persaudaraan, dan semangat perdamaian.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pleno yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Baca Juga:

PMI 2027 dijadwalkan berlangsung pada 19–31 Mei 2027 di Lourdes, Prancis, dengan melibatkan personel militer dari berbagai negara.

Rapat dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Letjen TNI (Purn) Ignatius Yogo Triyono.

Hadir pula penanggung jawab PMI Indonesia, Romo Kolonel (Purn) Yos Bintoro, Pr., yang menjabat Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri atau OCI.

Sejumlah purnawirawan TNI dan Polri turut menghadiri rapat tersebut.

Mereka antara lain Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya, Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana Resmiwara, Marsda TNI (Purn) Joko Takarianto, Mayjen TNI (Purn) Djoko Purwanto, Brigjen TNI (Purn) P. Gunung Sarasmoro, Marsma TNI (Purn) PJ Bambang Purwanto, S.T., M.PP., M.Soc.Sc., serta Brigjen TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS.

Setelah rapat pleno, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Romo Yos Bintoro, Pr. Perayaan tersebut didampingi Romo Ipda Antonius Arvin Samosir, Romo Ipda Oktovianus Pelagian Ranta, dan Romo Jimmy Yohanes Hyronimus, Pr.

Perayaan Ekaristi itu bertepatan dengan peringatan wajib Santa Theresia dari Yesus, perawan dan pujangga Gereja.

Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi panitia untuk memperdalam pemahaman mengenai makna ziarah, termasuk pentingnya mempersiapkan diri secara rohani sebelum mengikuti kegiatan internasional.

Dalam homilinya, Romo Yos menegaskan bahwa PMI bukan sekadar perjalanan ke luar negeri.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan kesempatan untuk memperdalam iman, memperluas persaudaraan, dan menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat internasional.

Ia juga mengajak panitia dan calon peserta memanfaatkan Oktober sebagai bulan Rosario untuk memulai persiapan sejak dini

. Persiapan itu dapat dilakukan melalui doa, refleksi, dan pembenahan diri.

Menurut Romo Yos, tantangan dalam perjalanan spiritual bukan hanya menghadapi orang lain, melainkan juga mengatasi ego, ketakutan, dan kelemahan pribadi yang dapat menghambat perkembangan diri.

PMI merupakan forum perjumpaan personel militer dari berbagai negara yang mengedepankan nilai iman, persaudaraan, dan perdamaian.

Dalam kegiatan tersebut, kontingen Indonesia diharapkan dapat menunjukkan semangat kebangsaan yang menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi hubungan antarmanusia.

Keikutsertaan Indonesia juga menjadi kesempatan untuk membangun hubungan dengan peserta dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan kebangsaan.

Perbedaan tersebut diharapkan tidak menjadi penghalang untuk memperkuat persaudaraan dan kerja sama.

Nilai persaudaraan menjadi salah satu pesan utama dalam persiapan menuju PMI 2027.

Melalui pertemuan internasional itu, peserta diharapkan memahami bahwa perdamaian membutuhkan keterbukaan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja dan berjalan bersama.

Romo Yos mengingatkan bahwa pengalaman mengikuti PMI seharusnya membawa perubahan positif bagi setiap peserta.

Perjalanan tersebut diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam kegiatan internasional, tetapi juga menghasilkan penguatan iman, perluasan persaudaraan, dan dorongan untuk berbuat baik kepada sesama.

Karena itu, persiapan menuju Lourdes tidak hanya berkaitan dengan agenda kegiatan, logistik, dan koordinasi kontingen.

Kesiapan spiritual juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Melalui persiapan yang dimulai dari Jakarta, kontingen Indonesia diharapkan dapat hadir di Lourdes bukan sekadar sebagai peserta, melainkan juga sebagai bagian dari komunitas internasional yang menjunjung persaudaraan dan perdamaian.

PMI 2027 pun menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat nilai kebersamaan, iman, dan penghormatan terhadap perdamaian di tengah masyarakat dunia.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kasus Ijazah Gibran Berlanjut, Denny Indrayana Laporkan KPU ke DKPP atas Dugaan Pelanggaran Etik
Bareskrim Sikat 9 Perusahaan Sawit Jadi Tersangka Karhutla, 25 Ribu Hektare Lahan Hangus
Menyambut Era Baru Polri yang Lebih Humanis-Adaptif
Karo SDM Polda Aceh Tinjau Tes Psikologi CAT PAG 2026 di Aceh Besar, Pastikan Seleksi Transparan dan Akuntabel
Bupati Labusel Buka TMMD ke-130, Percepat Pembangunan Desa dan Kesejahteraan Warga
Serangan Balik! Relawan Gibran Bakal Laporkan Denny Indrayana ke Bareskrim Soal Payment Gateway
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru