Wakil Bupati Asahan Rianto Hadiri Rakor Aswakada Sumut, Dorong Kolaborasi Pembangunan Daerah
MEDAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (Aswakada) W
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Dian Sandi Utama, saksi yang mengunggah foto yang disebut sebagai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di media sosial X, mengaku belum pernah melihat dokumen fisik aslinya secara langsung. Pengakuan tersebut disampaikan saat dirinya memberikan keterangan dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).
Dalam persidangan tersebut, Dian menjelaskan asal-usul foto ijazah yang pernah diunggah melalui akun X miliknya, @diansandiu. Ia mengaku memperoleh gambar tersebut dari kolom komentar pada utas yang dibuatnya sebelumnya.
Menurut Dian, sebuah akun bernama @hyperpoison mengunggah gambar tersebut di kolom tanggapan. Tak lama setelah melihatnya, Dian mengunduh gambar itu dan mengunggahnya kembali ke akun pribadinya.Baca Juga:
"Saya men-download dan memposting sesuai dengan yang dikirim lewat komentar aslinya dari akun @hyperpoison," kata Dian di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU).
Dian menyatakan pengunggahan ulang tersebut dilakukan tanpa penyuntingan gambar. Ia mengunggah foto itu pada 1 April 2025, saat perdebatan mengenai riwayat pendidikan Jokowi ramai dibicarakan di media sosial.
Dalam keterangan unggahannya saat itu, Dian menggunakan kalimat yang menyebut foto tersebut sebagai ijazah asli Jokowi.
"Buat yang ributin fotokopi ijazah Pak Jokowi yang saya upload pada utas, biar kalian tenang lebarannya ini saya upload yang asli," demikian tulisan dalam unggahan tersebut.
Namun, saat memberikan keterangan di persidangan, Dian mengaku tidak pernah melihat secara langsung dokumen fisik ijazah Jokowi. Ia menjelaskan bahwa gambar yang diunggahnya berasal dari akun lain di media sosial.
Dian juga mengungkapkan bahwa keyakinannya mengenai riwayat pendidikan Jokowi diperoleh dari cerita mantan rekan kerjanya di Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Barat (NTB), Andi Pramaria.
Menurut Dian, Andi mengaku pernah menjadi teman satu angkatan Jokowi saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Cerita tersebut, kata Dian, telah didengarnya sejak 2018.
"Andi menceritakan pengalamannya kuliah bersama Pak Jokowi. Katanya, mereka masuk kuliah dan lulus pada tahun yang sama, yakni tahun 1985," ungkap Dian.
Selain berdasarkan cerita tersebut, Dian mengatakan keyakinannya turut dipengaruhi oleh pernyataan dan klarifikasi pihak rektorat UGM yang pernah ditontonnya melalui tayangan YouTube dalam kegiatan reuni UGM pada 2022.
MEDAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (Aswakada) W
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan memperkuat dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba melalui sinergi li
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan kepala daerah dan wakil kepala daerah agar menjaga hubungan kerja yang harmo
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,90 persen sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1923 Oktober 202
EKONOMI
MEDAN Malam Minggu menjadi waktu favorit bagi banyak anak muda untuk berkumpul bersama teman, pasangan, atau keluarga. Selain menikmati
PARIWISATA
MEDAN Polda Sumatera Utara menegaskan anggota DPRD Sumut, Dhody Thahir, masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen.
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Dinas Pendidikan Sumatera Utara menyiapkan tes khusus untuk penerimaan siswa SMA ne
PENDIDIKAN
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menganggarkan Rp 1,7 miliar untuk membangun gapura di perbatasan wilayahnya dengan Kota B
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Alexander Sinulingga memastikan pengakuan ij
PENDIDIKAN
MEDAN Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menegaskan bahwa kritik mahasiswa terhadap pemerintah harus disamp
NASIONAL