Ribuan Hektare Sawah Rusak di Aceh Mulai Pulih, Rehabilitasi Capai 14.799 Hektare
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
Medan–Enam personel Satreskrim Polrestabes Medan sedang diperiksa terkait kematian Budianto Sitepu (42), warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang diduga meninggal dunia akibat kekerasan saat penangkapan. Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan menyatakan, Budianto meninggal dunia pada Kamis (26/12/2024) saat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.
“Hasil visum sementara menunjukkan ada luka di kepala dan rahang. Dugaan sementara, kekerasan terjadi saat proses penangkapan,” jelas Gidion, Kamis (26/12/2024). Untuk memastikan pelanggaran terhadap kode etik dan standar operasional prosedur (SOP), keenam personel yang terlibat dalam penangkapan sedang diperiksa oleh Paminal (Pengawasan Internal).
Selain itu, polisi juga sedang memeriksa saksi-saksi dan mengecek rekaman CCTV untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut. Budianto ditangkap pada Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 01.00 WIB, di Gang Horas, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, setelah ia bersama teman-temannya mengganggu ketertiban dengan memutar musik keras sambil mengonsumsi minuman keras.
Kronologi Kematian Budianto
Menurut istri korban, Dumaria Simangunsong, ia mengetahui suaminya ditangkap setelah menerima kabar sekitar pukul 01.00 WIB pada hari penangkapan. Namun, saat Dumaria mencoba menjenguk suaminya ke Polrestabes Medan pada Rabu pagi, ia hanya diizinkan menitipkan makanan dan tidak diperkenankan bertemu dengan Budianto.
Pada Kamis pagi (26/12/2024), Dumaria menerima kabar bahwa suaminya telah dibawa ke RS Bhayangkara dalam kondisi kritis. Sesampainya di rumah sakit, Dumaria sangat terkejut dan merasa sangat sedih ketika mendapati tubuh suaminya penuh dengan luka lebam, di antaranya pada wajah, dada, dan tubuhnya. “Wajahnya lebam, dadanya biru-biru, badannya juga,” ujar Dumaria sambil menangis. Ia pun menuntut agar kasus ini diusut secara tuntas.
Proses Penyelidikan Berlanjut
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengungkapkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelidiki kasus ini secara transparan. Polisi meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dan memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Christie)
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA
MEDAN Ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (22/6/2026
PERISTIWA