Marcos menjelaskan bahwa setiap latihan terekam video dan langsung dianalisis oleh tim pelatih. Evaluasi ini dilakukan setiap hari dan dijadikan dasar untuk menyusun program latihan selanjutnya.
"Kami menjalankan latihan dua kali sehari. Semua proses terekam dan langsung kami evaluasi secara mendalam," jelasnya.
Lebih lanjut, Marcos menekankan bahwa keputusan pencoretan ini adalah hasil konsensus seluruh jajaran pelatih dan diumumkan langsung di hadapan semua pemain untuk menjunjung tinggi prinsip transparansi dan profesionalisme.
Pelatnas masih akan berlanjut hingga mendekati pelaksanaan Kejuaraan Dunia. Evaluasi ketat terus dilakukan untuk menentukan 12 pemain terbaik yang akan mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut.
Keikutsertaan Indonesia di Kejuaraan Dunia U-21 ini menjadi langkah strategis dalam pembinaan atlet muda sekaligus ajang pembuktian potensi generasi penerus voli putri tanah air di level global.