Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Bhayu Manunggal Championship (BMC) 2025 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (21/6/2025). (foto: tangkapan layar ig kemenkebud)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan pentingnya peran pencak silat sebagai perekat sosial, media pendidikan karakter, serta sarana pelestarian budaya nasional.
Hal ini disampaikannya saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Bhayu Manunggal Championship (BMC) 2025 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (21/6/2025).
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyebut pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, melainkan bagian integral dari identitas budaya bangsa yang telah mendapat pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak 2019.
"Pencak silat adalah perwujudan nilai-nilai luhur seperti keberanian, kedisiplinan, sportivitas, kerendahan hati, dan semangat persatuan. Kita berharap pencak silat dapat menjadi perekat sosial dan media pendidikan karakter," ujarnya.
Fadli juga menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan pencak silat dan mendukung kegiatan yang memperkuat peran budaya lokal dalam membentuk jati diri bangsa.
Ketua Pelaksana BMC 2025, Klentheng Hawani Bambang, menjelaskan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 1.500 atlet dari 137 kontingen yang berasal dari 13 provinsi di seluruh Indonesia.
Ia menyebut penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan langkah nyata dalam upaya pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya luhur bangsa.