Skenario Konstitusi Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK: Ini Alur Penggantian dan Sosok Potensial
JAKARTA Peneliti ISEASYusof Ishak Institute Made Supriatma mengungkap sejumlah skenario politik apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabul
POLITIK
JAKARTA - Bek tengah Timnas Indonesia, Justin Hubner, akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf setelah unggahannya di media sosial memicu kontroversi dan kemarahan publik, khususnya dari netizen Arab Saudi.
Insiden bermula ketika Hubner mengunggah ulang foto duel kerasnya dengan gelandang Arab Saudi, Mohammed Al Qahtani, saat laga ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam foto itu, kaki Hubner terlihat nyaris mengenai wajah Al Qahtani dalam gaya yang dinilai netizen menyerupai tendangan kungfu. Unggahan tersebut disertai tulisan singkat: "Here We Go Again."
Banyak yang menilai unggahan itu sebagai bentuk psywar menjelang duel ulang antara Timnas Indonesia dan Arab Saudi di ronde keempat. Pasalnya, hasil drawing terbaru menempatkan kedua tim kembali satu grup bersama Irak.
Namun, niat membakar semangat justru berujung bumerang. Kritik datang deras dari warganet Arab Saudi yang menilai aksi Hubner sebagai tidak sportif dan tidak menghormati lawan. Tak sedikit yang menyebut tindakan tersebut sebagai provokatif dan memancing sentimen negatif menjelang laga panas.
Setelah gelombang kritik memuncak, Hubner menghapus unggahan itu dan mengunggah pernyataan singkat berisi permintaan maaf:
"Saya meminta maaf kepada beberapa orang yang marah. Salam cinta untuk kalian semua," tulisnya melalui Instagram Story.
Laga Panas Menanti
Pertemuan kembali Indonesia dengan Arab Saudi dan Irak di ronde keempat dipastikan akan berjalan ketat. Timnas Garuda sebelumnya membuat kejutan dengan hasil imbang 1-1 dan kemenangan 2-0 atas Arab Saudi di babak sebelumnya. Namun, pelajaran dari insiden ini diharapkan menjadi catatan agar fokus pemain tetap terjaga di dalam lapangan, bukan di media sosial.
PSSI sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait unggahan Justin Hubner, namun publik berharap agar Timnas tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga citra positif di mata internasional.*
(vv/j006)
JAKARTA Peneliti ISEASYusof Ishak Institute Made Supriatma mengungkap sejumlah skenario politik apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabul
POLITIK
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyoroti keberadaan sejumlah dokumen terkait ijazah Joko Widodo (Jokowi) yang disebut
POLITIK
MUARASABAK Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak terus meningkatkan pengawasan keselamatan dan keamanan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah telah menuntaskan kewajiban pembayaran obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) sen
EKONOMI
JAKARTA Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JATINANGOR Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) terpilih menerima Program Beasiswa GENZI UPZ IKA UNPAD. Selain mendapatka
PENDIDIKAN
MEDAN Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan baru bagi pelaku seni, akademisi hingga fotografe
SENI DAN BUDAYA
BANDA ACEH Unit VI Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan seorang pria berinisial AN (30) yang diduga terlibat kasus penggelapa
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Polisi menangkap pelaku pencurian sepeda motor yang telah diburu hampir dua bulan. Pelaku bernama Yogi Wardani (32) ditangkap d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang warga Deli Serdang, Indrayani, mengadukan sejumlah penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (
HUKUM DAN KRIMINAL