MEDAN - Nama Sahari Gultom atau akrab disapa "Ucok" mungkin tak asing bagi pencinta sepak bola Indonesia, khususnya di posisi penjaga gawang. Pria kelahiran Banda Aceh, 2 November 1977 ini meniti karier panjang sebagai kiper profesional, memperkuat lebih dari 14 klub nasional, hingga kini berkiprah sebagai pelatih kiper berlisensi AFC Pro.
Karier Sebagai Pemain: Pengembaraan di Banyak Klub
Ucok memulai karier sepak bolanya di PSMS Medan Junior, sebelum naik ke level profesional bersama Bandung Raya. Ia sempat bermain satu tim dengan legenda seperti Herry Kiswanto dan Perry Sandria.
Dalam perjalanan kariernya, Sahari Gultom memperkuat berbagai klub termasuk PSDS Deli Serdang, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, PSM Makassar, Persiraja Banda Aceh, hingga Kalteng Putra—yang menjadi klub terakhirnya sebelum gantung sepatu pada 2012, di usia 35 tahun.
Mewakili Merah Putih
Ucok sempat mencatat sejarah singkat namun berkesan bersama Timnas Indonesia. Ia mencatat satu caps dalam laga persahabatan kontra Kamboja, tepat pada hari ulang tahunnya, 2 November 1999. Indonesia menang telak 9–2 di laga tersebut.
Karier Kepelatihan: Pilar di Balik Kiper Muda Indonesia
Setelah pensiun, Gultom melanjutkan dedikasinya sebagai pelatih kiper. Ia mengawali karier kepelatihan di PS TN/IPS TNI (2015–2017) dan PSMS Medan (2016–2019). Selanjutnya, ia dipercaya menangani kiper di Sulut United dan PSIM Yogyakarta sepanjang 2019.
Tak hanya di level klub, perannya juga krusial di tim nasional usia muda. Ia tercatat sebagai pelatih kiper Timnas U‑18 (2019–2020), U‑22 (Feb–Mei 2023), U‑17 (Juli–Des 2023), dan Timnas U‑19 (Juli–Agustus 2024). Semua tugas tersebut dijalani di bawah komando pelatih Indra Sjafri dan Shin Tae-yong.