BREAKING NEWS
Minggu, 31 Mei 2026

Menelusuri 34 Stadion Sepak Bola di Sumut: Dari Megah Bertaraf Internasional hingga Terlantar Ditelan Semak

Abyadi Siregar - Rabu, 10 September 2025 13:27 WIB
Menelusuri 34 Stadion Sepak Bola di Sumut: Dari Megah Bertaraf Internasional hingga Terlantar Ditelan Semak
Stadion Utama Sumut, Deli Serdang. (foto: officialmedanfootball/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Provinsi Sumatera Utara tak pernah kehabisan cerita soal sepak bola.

Dari nama-nama besar seperti PSMS Medan hingga klub-klub legendaris daerah, sejarah panjang olahraga si kulit bundar di tanah Deli ini telah menelurkan ratusan bakat, bahkan melahirkan ikon nasional.

Namun di balik gemerlap nama besar itu, tersembunyi kisah lain yang tak kalah penting: kisah stadion.

Berdasarkan data terkini, Sumut memiliki 34 stadion yang tersebar dari kota besar hingga pelosok kabupaten.

Dari stadion berstandar internasional, fasilitas kampus, hingga lapangan tua yang nyaris tak terurus, semuanya menjadi bagian dari lanskap sepak bola Sumut.

Dalam semangat memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September, berikut ini potret lengkap stadion-stadion di Sumut yang dibagi ke dalam empat kategori: ikon sepak bola, stadion terbengkalai, stadion mini dan kampus, serta stadion lama andalan daerah.

1. Stadion Ikonik: Rumah Bagi Klub-klub Legendaris Sumut

- Stadion Utama Sumut, Deli Serdang

Dibangun untuk PON XXI 2024, stadion berkapasitas 25.750 penonton ini menjadi wajah baru sepak bola Sumut.

Sudah berstandar internasional dan tanpa lintasan atletik, stadion ini sempat menjadi markas sementara PSMS Medan.

- Stadion Teladan, Medan

Ikon sejarah PSMS sejak 1953. Kini tengah direnovasi total untuk mencapai standar FIFA.

Legenda hidup yang siap dilahirkan kembali dalam wujud yang lebih megah.

- Stadion Baharuddin Siregar, Deli Serdang

Markas PSDS dengan kapasitas 15.000 penonton.Jadi saksi persaingan sengit di era kejayaan sepak bola Sumut.

- Stadion Kebun Bunga, Medan

Dari stadion usang, kini disulap menjadi Urban Community Park. Bukti sukses revitalisasi ruang olahraga menjadi pusat aktivitas publik.

- Stadion TD Pardede, Medan

Stadion swasta bersejarah, erat dengan klub legendaris Pardedetex. Kini menjadi pusat latihan dan seleksi pemain Liga 3.

- Stadion Mini Pancing, Deli Serdang

Sempat jadi lokasi latihan timnas Indonesia dan beberapa negara peserta Piala Dunia U-20. Kini tempat latihan PSMS Medan.

- Stadion Mutiara, Kisaran

Markas PSSA Asahan, berkapasitas 10.000. Jadi venue utama Liga 3 zona Asahan.

- Stadion HM Nurdin (Naposo), Padang Sidempuan

Rumah PSKPS Padangsidimpuan, kini tak lagi aktif. Kondisi stadion memperihatinkan.

- Stadion Binjai, Binjai

Meski usang, stadion ini tetap jadi jantung PSKB Binjai dan animo sepak bola lokal.

2. Stadion yang Pernah Jaya, Kini Terlantar

- Stadion Sangnaualuh, Pematangsiantar

Dulu ikon Siantar, kini dijuluki "hutan belantara" karena terbengkalai bertahun-tahun. Ada harapan setelah mulai dibersihkan Pemko.

- Stadion Asahan Sakti, Tanjungbalai

Kondisi kandang PSTS ini sangat memprihatinkan. Tribun, toilet, hingga ruang ganti rusak parah.

- Stadion Horas, Sibolga

Sempat hendak dijadikan alun-alun kota, kini diselamatkan lewat keputusan DPRD. Menanti revitalisasi.

3. Stadion Mini dan Kampus: Harapan dari Akar Rumput

- Stadion Unimed, Medan

Kini sedang direnovasi besar-besaran untuk mencapai standar internasional. Menjadi bukti keterlibatan dunia pendidikan dalam olahraga.

- Stadion Mini Simalungun, Pematangraya

Didirikan di atas bekas bandara, stadion baru ini masih dalam tahap pemeliharaan.

- Stadion Taufan Gama, Asahan

Dinamai sesuai nama mantan bupati, stadion ini menjadi pusat pembinaan sepak bola lokal.

- Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Medan

Daya tampung 3.000 penonton, rutin dipakai untuk liga antar fakultas dan kompetisi lokal seperti Bonas Cup.

- Stadion Madya Atletik, Medan

Fokus untuk atletik, tapi kini juga digunakan sebagai lapangan sepak bola latihan oleh tim-tim lokal.

4. Stadion Lama, Penopang Daerah

- Stadion Samura, Karo

Stadion kecil yang pernah jadi markas Karo United. Kapasitas hanya 1.000 penonton.

- Stadion Porku, Labuhanbatu Utara

Markas Labura Hebat FC, juara Liga 3 Zona Sumut 2023.

- Stadion Binaraga, Labuhanbatu

Kandang Poslab, selalu penuh saat ada turnamen regional.

- Stadion Madina, Mandailing Natal

Menjadi sentral pembinaan sepak bola di kawasan Mandailing.

- Stadion Panji Bako, Dairi

Stadion andalan Dairi, rumah Victory Dairi FC.

- Stadion Naga Sakti, Sergai

Markas PS Sergai. Kapasitas 2.000 penonton.

- Stadion Mogang Palipi, Samosir

Venue utama Bupati Cup dan turnamen daerah.

- Stadion Sisingamangaraja XII, Toba

Sempat jadi venue F1 Powerboat, juga aktif sebagai pusat olahraga masyarakat.

- Stadion Simangaronsang, Humbahas

Komplek stadion serbaguna, sering digunakan untuk Pekan Olahraga Kabupaten.

- Stadion Sibaganding, Padang Lawas

Sentra aktivitas olahraga Padang Lawas.

- GOR Paluta & Stadion Padang Bolak, Padang Lawas Utara

Dua fasilitas utama untuk olahraga Paluta.

- Stadion Tetehosi, Nias

Stadion unik dengan kapasitas hanya 150 penonton. Markas PSN Nias.

- Stadion Mini Tarutung, Taput

Sering dijadikan lokasi event olahraga lokal.

- Stadion Gunung Pamela, Sergai

Fasilitas olahraga pendukung, potensial dikembangkan lebih lanjut.

- Stadion Balakka Janggut, Tapsel

Markas Persitas Tapanuli Selatan.

- Stadion Nur Cahaya, Langkat

Terletak di Tanjungpura, mampu menampung hingga 5.000 penonton.

Jika dibaca satu per satu, deretan stadion ini ibarat novel panjang tentang sepak bola Sumatera Utara.

Di dalamnya ada bab kejayaan, bab keterpurukan, dan bab harapan. Ada yang megah bertaraf internasional, ada pula yang lebih pantas disebut hutan kota.

Ironisnya, Sumut adalah gudang talenta sepak bola nasional, tapi banyak stadionnya lebih sering menjadi monumen masa lalu ketimbang panggung untuk masa depan.

Stadion-stadion ini bukan sekadar fasilitas olahraga. Mereka adalah cermin, yang memantulkan seberapa serius perhatian kita terhadap talenta muda, sejarah daerah, dan masa depan sepak bola.*

(it/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru