BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

3 Fase Pembinaan Sepak Bola Anak untuk Mengasah Bakat dan Karakter

Rahmad Nst - Sabtu, 10 Januari 2026 14:43 WIB
3 Fase Pembinaan Sepak Bola Anak untuk Mengasah Bakat dan Karakter
Banyak anak berbakat dalam sepak bola usia 8 hingga 12 tahun kerap menonjol dan meraih juara. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN — Banyak anak berbakat dalam sepak bola usia 8 hingga 12 tahun kerap menonjol dan meraih juara.

Namun, fenomena ini sering hilang saat mereka memasuki usia 16 tahun.

Menurut Rahmad R. Nst, hal ini disebabkan ketidaktahuan orang tua tentang arti proses dalam pembinaan olahraga.

Baca Juga:

"Orang tua sering menilai sukses dari juara, piala, top scorer, atau best player semata," ujarnya.

Sebagai pembina sepak bola, Rahmad menekankan pentingnya pola latihan dan pembinaan yang konsisten mulai usia 4 hingga 20 tahun.

Tujuannya, agar anak-anak tidak merasa tertekan dan mengalami burnout akibat terlalu fokus pada kemenangan.

"Pembinaan anak usia dini bukanlah perlombaan untuk sukses instan. Proses, ritme, dan pondasi yang benar adalah kunci mencetak pemain hebat," tambahnya.

Rahmad menjelaskan tiga fase penting dalam pembinaan sepak bola:

1. Learning Phase (Usia 4–12 tahun): Anak-anak diperkenalkan dengan teknik dasar dan kesenangan bermain sepak bola tanpa tekanan. Tujuannya, menumbuhkan cinta pada permainan sehingga talenta mereka berkembang secara alami.

2. Game Phase (Usia 12–16 tahun): Fokus pada pemahaman taktik, posisi, dan permainan tim. Penekanan bukan pada kemenangan, melainkan kemampuan membaca permainan sesuai usia.

3. Performance Phase (Usia 16–20 tahun ke atas): Membangun kesiapan fisik, mental, disiplin, dan kebiasaan profesional. Tidak semua pemain akan mencapai puncak, namun proses pembinaan yang tepat menghasilkan manusia yang hebat, baik di lapangan maupun di kehidupan sehari-hari.

Indra Saputra, salah satu pembina sepak bola di Kota Padangsidimpuan, menambahkan, penerapan fase ini menjadi kunci meningkatkan mutu sepak bola di SSB (Sekolah Sepak Bola) sehingga anak-anak memiliki pelatihan yang tepat dan tidak bermain asal-asalan.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Museum Perkebunan Indonesia 1: Sejarah dan Seni Bisa Dirasa, Didengar, Bahkan Dicium!
Hilang Saat Mancing di Tukad Badung, Tim SAR dan Relawan Terus Lakukan Penyisiran
Dana Tunggu Hunian Rp 600 Ribu/Bulan, Alternatif bagi Warga yang Tak Memilih Huntara Aceh Timur
Tragedi Malam Tahun Baru: Motor Honda Vario Jurnalis di Medan Raib
Masa Transisi Pascabencana Sumut, Gubernur Pastikan Evakuasi Korban Tetap Dilakukan
Tambang Ilegal di Kaltim, 70.000 Ton Batu Bara Diamankan ESDM
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru