BANDUNG — Kepala Internasional Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Jean-Claude Lafargue, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam sepak bola, termasuk di sektor sepak bola putri.
Namun, ia menekankan bahwa bakat saja tidak cukup tanpa sistem pembinaan yang berkelanjutan.
"Talenta itu ada di mana saja. Hal tersebut perlu ditemukan," ujar Lafargue dalam kegiatan kerja sama PSSI dan FFF di Bandung, Rabu, 15 April 2026.
Lafargue yang pernah terlibat dalam pembinaan pemain muda di akademi legendaris INF Clairefontaine, Prancis—tempat lahirnya sejumlah bintang dunia seperti Thierry Henry hingga Kylian Mbappé—mengibaratkan bakat seperti tanaman yang membutuhkan perawatan.
"Itu seperti bunga, seperti tanaman. Jika Anda menyiraminya dengan baik dan menempatkannya di tempat yang tepat, ia akan tumbuh," kata dia.
Program kerja sama PSSI dan FFF melalui inisiatif Next Goal melibatkan 400 talenta muda sepak bola putri serta 60 pelatih lokal.
Program ini juga mencakup pelatihan intensif di Bandung serta rencana pemusatan latihan Timnas U-17 Putri Indonesia di Clairefontaine pada Mei mendatang.
Menurut Lafargue, pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Prancis menjadi bagian penting dalam pengembangan sepak bola modern.
"Dalam pertukaran itu kami juga bertumbuh. Tidak ada negara yang lebih unggul," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh talenta pemain, tetapi juga oleh ekosistem pendukung seperti pelatih, metode latihan, dan infrastruktur.
"Ini bukan hanya soal bakat, tetapi apa yang kita bangun di sekitarnya," kata Lafargue.*