Cuaca DIY Hari Ini Berawan, Kulon Progo dan Sleman Diprakirakan Cerah Berawan
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (19/7/2026) didominasi kondisi berawan hingga cerah berawan d
NASIONAL
MEDAN – Pemerintah Kota Medan membantah tudingan tidak memenuhi komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026.
Pemko menegaskan sejak awal tidak pernah berjanji menanggung biaya hotel maupun penginapan tim peserta turnamen sepak bola internasional tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengatakan keterlibatan Pemko Medan dalam persiapan AFF U-19 hanya sebatas penyediaan dan pembenahan fasilitas olahraga yang akan digunakan selama turnamen berlangsung.Baca Juga:
"Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan peserta AFF. Tidak pernah dibahas. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion," kata Wiriya, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Wiriya, dalam pertemuan yang berlangsung pada Maret 2026, Pemko hanya diminta menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah daerah, yakni Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika.
Namun setelah dilakukan inspeksi oleh PSSI, sejumlah fasilitas tersebut dinilai belum memenuhi standar sehingga diperlukan berbagai perbaikan.
Stadion Kebun Bunga dan Lapangan Taman Cadika dipersiapkan sebagai lokasi latihan peserta, sedangkan Stadion Teladan direncanakan menjadi venue pertandingan.
Wiriya menjelaskan bahwa proyek renovasi Stadion Teladan masih berlangsung dan baru dijadwalkan selesai pada September 2026.
Meski demikian, Pemko tetap melakukan berbagai upaya agar fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung penyelenggaraan turnamen.
"Dari awal PSSI sudah mengetahui Stadion Teladan masih dalam tahap pengerjaan melalui proyek APBN dan APBD. Namun kami tetap berupaya maksimal melakukan pembenahan fasilitas yang diperlukan seperti kamar mandi, ruang ganti pemain, dan ruang ofisial," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemko Medan juga melakukan gotong royong di area stadion meskipun secara administratif pekerjaan masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek belum diserahterimakan.
Terkait persoalan akomodasi peserta, Wiriya mengungkapkan surat permintaan dukungan pembiayaan dari PSSI baru diterima Pemko Medan pada 24 Mei 2026.
Menurutnya, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena tidak memiliki dasar regulasi yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah untuk membiayai akomodasi peserta turnamen internasional.
"Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada ketentuan atau aturan yang dapat mengakomodasi permintaan tersebut. Anggaran juga tidak tersedia untuk itu sehingga tidak bisa dipenuhi," katanya.
Wiriya menegaskan penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional merupakan tanggung jawab organisasi olahraga yang menjadi pelaksana kegiatan.
Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga.
"Dalam hal ini penyelenggaranya adalah PSSI. Bahkan ada surat dari Sekretaris Jenderal Kemenpora kepada PSSI terkait penyelenggaraan AFF. Jadi penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah merupakan kewenangan dan tanggung jawab penyelenggara," ujarnya.
Karena itu, menurut Wiriya, tidak tepat apabila biaya akomodasi peserta dibebankan kepada pemerintah daerah melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
"Jangan kemudian tiba-tiba meminta menggunakan dana BTT. Tidak bisa seperti itu. Pemda hanya membantu penyediaan fasilitas stadion dan lapangan," katanya.
Untuk memperjelas persoalan tersebut, Pemko Medan telah mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 26 Mei 2026 guna meminta penjelasan terkait permintaan dukungan pembiayaan yang disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Sebelumnya, persoalan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship 2026 mencuat setelah sejumlah tim peserta dikabarkan mengalami kendala pembayaran hotel selama berada di Medan.
Salah seorang panitia pelaksana ASEAN Boys Championship 2026, Muhammad Fauzi, mengaku kecewa karena Pemko Medan dinilai tidak memenuhi komitmen terkait pembiayaan akomodasi peserta.
"Kami kecewa karena Pemko Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF ini. Kasihan para pemain muda yang datang untuk bertanding justru harus dipusingkan dengan persoalan hotel," kata Fauzi.
Menurut dia, Timor Leste bahkan disebut telah meninggalkan Hotel Grand Mercure Medan akibat persoalan pembayaran.
Sementara tim Filipina dikabarkan berpotensi mengalami kondisi serupa apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.
Fauzi menilai kondisi itu berpotensi mencoreng citra Indonesia sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional.
"Event ini membawa nama Indonesia di level internasional. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, tentu akan berdampak pada citra penyelenggaraan turnamen," ujarnya.
Hingga kini, polemik mengenai pembiayaan akomodasi peserta AFF U-19 2026 masih menjadi perhatian publik.
Di satu sisi, Pemko Medan menegaskan tidak pernah memiliki komitmen maupun dasar hukum untuk membiayai hotel peserta.
Di sisi lain, panitia pelaksana menyebut terdapat komitmen awal yang tidak terealisasi sehingga memicu persoalan di lapangan.*
(tm/ad)
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (19/7/2026) didominasi kondisi berawan hingga cerah berawan d
NASIONAL
DENPASAR Prakiraan cuaca di wilayah Bali pada Minggu (19/7/2026) didominasi hujan ringan di sebagian besar kabupaten. Meski demikian, be
NASIONAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh memprioritaskan pemulihan infrastruktur sebagai fokus utama penggunaan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wacana pembatasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak dari keluarga mampu menuai perhatian DPR RI. Wak
NASIONAL
JAKARTA Ahli Hukum Perbankan sekaligus mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein, menilai duga
NASIONAL
Oleh Samuel F. SilaenDI tengah optimisme yang terus disampaikan pemerintah mengenai prospek ekonomi nasional, Indonesia sesungguhnya mengha
OPINI
GARUT Tragedi meninggalnya seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) saat mendampingi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) d
PERISTIWA
JAKARTA Nilai tukar rupiah menutup perdagangan akhir pekan dengan kinerja impresif. Mata uang Garuda tercatat sebagai yang paling kuat d
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan laporan penolakan gratifikasi yang diajukan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tel
NASIONAL
NIAS SELATAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memerintahkan penanganan cepat terhadap seorang warga penderita tumor
KESEHATAN