Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sebab, berbagai penelitian menunjukkan tidak ada keuntungan signifikan bagi tim yang mendapat kesempatan menendang lebih dulu dalam adu penalti.
Salah satu penelitian yang banyak dikutip berasal dari jurnal Ekonomi dan Psikologi karya David Pipke.
Dalam penelitiannya, Pipke menganalisis sekitar 7.000 adu penalti dan 74 ribu tendangan penalti.
"Pipke meneliti 7.000 adu penalti dan 74 ribu tendangan untuk menemukan bahwa tidak ada bukti bahwa tim penendang pertama punya peluang lebih baik untuk menang," demikian laporan Sports Illustrated.
Jika usulan FIFA disetujui IFAB, perubahan aturan tersebut berpotensi diterapkan sebelum babak 32 besar Piala Dunia 2026 dimulai.
Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait penerapan regulasi baru tersebut.* (cn/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.