Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dikabarkan tengah mengajukan perubahan aturan adu penalti yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Perubahan tersebut berkaitan dengan mekanisme undian koin yang selama ini digunakan sebelum babak adu penalti dimulai.
Saat ini, regulasi adu penalti mengharuskan dilakukan dua kali undian koin.
Baca Juga:
Undian pertama digunakan untuk menentukan tim yang mendapat giliran menendang lebih dulu, sedangkan undian kedua menentukan sisi gawang yang akan digunakan dalam adu penalti.
Menurut laporan Sports Illustrated yang mengutip The Times, FIFA telah mengajukan usulan kepada International Football Association Board (IFAB) agar proses tersebut dibuat lebih sederhana.
"FIFA sudah mengajukan satu usulan agar kapten satu tim memilih giliran [menendang] atau lokasi tendangan, bukan keduanya," tulis Sports Illustrated mengutip kabar The Times.
Usulan tersebut disebut bertujuan membuat proses lebih efisien sekaligus mengurangi kemungkinan satu tim mengalami kerugian ganda akibat kalah dalam dua kali undian.
Hingga kini FIFA belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan utama perubahan tersebut diajukan.
Padahal, Piala Dunia 2026 telah berlangsung lebih dari sepekan dan fase gugur yang berpotensi menghadirkan adu penalti akan segera dimulai.
Laporan Sports Illustrated menyebut FIFA memiliki pengaruh besar dalam proses perubahan regulasi tersebut.
"FIFA punya kekuatan untuk menekan IFAB untuk menerima pengajuan [perubahan] sebelum fase gugur dimulai," tulis Sports Illustrated.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai perubahan aturan ini belum memiliki urgensi yang kuat.
Sebab, berbagai penelitian menunjukkan tidak ada keuntungan signifikan bagi tim yang mendapat kesempatan menendang lebih dulu dalam adu penalti.
Salah satu penelitian yang banyak dikutip berasal dari jurnal Ekonomi dan Psikologi karya David Pipke.
Dalam penelitiannya, Pipke menganalisis sekitar 7.000 adu penalti dan 74 ribu tendangan penalti.
"Pipke meneliti 7.000 adu penalti dan 74 ribu tendangan untuk menemukan bahwa tidak ada bukti bahwa tim penendang pertama punya peluang lebih baik untuk menang," demikian laporan Sports Illustrated.
Jika usulan FIFA disetujui IFAB, perubahan aturan tersebut berpotensi diterapkan sebelum babak 32 besar Piala Dunia 2026 dimulai.
Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait penerapan regulasi baru tersebut.* (cn/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.