Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Utara (Sumut) 2026 berpotensi mundur satu hingga dua pekan dari rencana awal pada 7–15 November 2026. Penyesuaian ini dipertimbangkan karena sejumlah kabupaten/kota masih menghadapi kendala anggaran untuk mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut, M Mahfullah Pratama Daulay, mengatakan persiapan Porprov 2026 secara umum masih berjalan sesuai rencana. Namun, kesiapan peserta dari sejumlah daerah menjadi salah satu tantangan menjelang pelaksanaan.
Menurut Mahfullah, beberapa kabupaten/kota masih menunggu finalisasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. Padahal, anggaran tersebut dibutuhkan untuk mendukung keikutsertaan kontingen daerah.
Baca Juga:
"Banyak kabupaten/kota yang menganggarkan kegiatan ini di P-APBD dan beberapa di antaranya belum final P-APBD, jadi terkendala di situ, tetapi semua masih dinamis, kita akan tetap tunggu daerah yang belum selesai P-APBD-nya," kata Mahfullah saat siaran langsung di Radio Kardopa, Medan, Rabu (21/10/2026).
Mahfullah menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut terus berupaya agar seluruh kabupaten/kota dapat berpartisipasi dalam Porprov tahun ini.
Keikutsertaan seluruh daerah dinilai penting untuk menjaring potensi atlet, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok Sumatera Utara. Ajang tersebut juga diharapkan dapat mendorong perkembangan kompetisi olahraga di daerah.
"Pak Gubernur sudah menekankan kepada kami agar sebisa mungkin seluruh daerah ikut, jadi talenta-talenta yang ada di daerah bahkan di pelosok bisa terdeteksi, selain itu juga menggairahkan kompetisi di seluruh daerah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar menyebutkan sekitar 3.700 atlet dan 1.600 ofisial telah terdaftar untuk mengikuti Porprov Sumut 2026. Meski demikian, jumlah tersebut masih dapat berubah karena beberapa kabupaten/kota belum memastikan partisipasinya.
Hatunggal mengatakan pembiayaan atlet menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan kontingen. Pendanaan untuk atlet disebut ditanggung bersama oleh pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi dengan skema 50:50.
"Itu tadi, terkait kesiapan anggaran walau khusus untuk atlet kita itu 50:50 daerah dan provinsi, tetapi tentu kita harapkan semua ikut sesuai arah Pak Gubernur, bahkan beliau memesankan kepada saya kalau perlu jemput ke daerah," kata Hatunggal.
Di sisi lain, persiapan penyelenggaraan dan venue pertandingan disebut telah berjalan sesuai rencana. Karena itu, belum ada perkiraan perubahan besar terkait kesiapan lokasi pertandingan.
Namun, jadwal pelaksanaan masih berpeluang disesuaikan untuk memberikan waktu tambahan bagi daerah yang belum menyelesaikan persiapan anggaran dan kontingen.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.