DPR Puji Langkah Cepat Pemerintah Pulangkan 9 Relawan GSF dari Israel
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto mengapresiasi langkah cepat diplomasi Pemerintah Indonesia dalam memulangkan s
NASIONAL
Oleh Riduan Situmorang
ADA dilema bagi saya. Saya seorang guru. Saya menikmati pekerjaan saya sebagai guru. Menikmati sekali. Dari dulu. Apalagi setelah pulang sekolah, saya masih bisa berkarya melalui seni, literasi, budaya. Yang lebih penting, saya bisa bermain dengan anak saya.
Ia belum genap 3 tahun. Lumayan lama kami menunggunya. Hampir 2 tahun sejak pernikahan. Sampai kini, adiknya juga belum ada. Praktis, hanya dia buah hati saya. Sewaktu bayi, ia diasuh neneknya. Pernah dititip, namun sepertinya ia tak nyaman.
Setiap dititip, sepertinya ia trauma. Beberapa kali setelah dititip, ia jatuh sakit. Belum sampai 2 tahun, ia sudah harus merasakan jarum infus selama 4 hari. Sudah 2 kali ia opname. Beberapa kali jatuh lemah. Tetapi, bukan itu yang membuat saya merinding.
Beberapa kali saya lewat ke tempat penitipan. Ia langsung membungkuk. Ia membuat tangan seperti menyembah: ampun. Setiap kali. Hingga sekarang. Saya sangat sedih. Mungkin ia tak betah bersama orang lain. Ia harus bersama papa mamanya.
Sekolah 5 hari berdampak pada anak saya. Saya sangat sedih. Saya bahkan menangis menulis tulisan ini pada perayaan hari anak di sekolah saya. Saya sampai menarik diri dari tempat duduk saat monolog dari siswa yang saya latih sendiri ditampilkan.
Saya terduduk di kamar mandi kantor guru. Merayakan hari anak ini, saya harus memaksa anak saya manjae lebih awal. Ia belum genap 3 tahun. Saya jadi cengeng. Apakah demi anak orang lain, saya harus mengorbankan anak saya sendiri?
Siapa anak orang lain ini dibandingkan anak saya? Saya jadi teringat. Setiap saya antar di pagi hari Senin, anak saya akan terdiam. Ia menangis. Tetapi, saya harus pergi. Tangisnya hanya beberapa saat mungkin. Tetapi, tangisan itu sangat menyayat hati saya.
Ketika di perjalanan, saya seolah mendengar tangisannya. Saya jadi tak bisa menahan diri. Berkali-kali begitu. Setiap dua hari, kami akan ke kampung. Bermalam di sana. Pagi-pagi, kami akan pulang. Jarak tempuh sekitar 30 menit.
Kata neneknya, saat bangun, ia akan murung. Ia akan bertanya: mana papa? Mana mama? Jawaban template dari neneknya adalah: cari uang. Jawaban itu melekat di benaknya. Jawaban itulah yang ia berikan kepada setiap orang jika bertanya: mana papa, mana mama.
Ia benar. Ia harus mandiri lebih awal. Sekolah kami sudah harus baris pukul 07.00. Sementara ia belum bangun pukul itu. Andai pun sudah bangun, apakah harus seharian ia di penitipan yang sudah membuat dia trauma lalu menunduk memasang tangan sembah dan berkata: ampun?
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto mengapresiasi langkah cepat diplomasi Pemerintah Indonesia dalam memulangkan s
NASIONAL
JAKARTA Partai Golkar mendorong pemerintah memastikan terpenuhinya hak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga mengalami keker
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk menyelidiki penyebab ganggua
NASIONAL
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya tiba di Tanah Air setelah semp
NASIONAL
MEDAN Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek tempat hiburan malam New Zone di Kota Medan, Sumatera Utara, yang did
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah mencabut sebanyak 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk subsidi bermasalah sebagai bagian dari langkah besar memb
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau yang dikenal dengan nama Hercules, mengaku akan mendatangi rumah penulis Ahmad Bah
NASIONAL
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditangkap militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotil
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada 400 peserta angkatan pertama Program Presiden untuk Pemimpin
NASIONAL
ISLAMABAD Sedikitnya 24 orang tewas dan 70 lainnya mengalami lukaluka setelah sebuah kereta api yang membawa personel militer Pakistan
INTERNASIONAL