Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Terjun di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, diperkirakan akan mengalami kelebihan kapasitas atau overload pada 2029 mendatang.
Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota mengingat produksi sampah di Medan saat ini mencapai sekitar 1.500 ton setiap hari.
"Sejak awal menjabat, saya langsung meninjau TPA Terjun. Dengan luas sekitar 13,9 hektare, kondisinya sudah hampir penuh. Jika tidak ada langkah nyata, diperkirakan pada tahun 2029 TPA ini akan mengalami overload," ujar Rico saat menjadi pembicara dalam acara Waste to Energy Talks 2026, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga:
Menurut Rico, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan besar yang harus segera dicarikan solusi, terutama karena kapasitas TPA yang semakin terbatas.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Medan saat ini tengah mengkaji berbagai metode pengelolaan sampah yang dapat menjadi solusi jangka panjang.
"Oleh karena itu, kami bergerak mencari solusi jangka panjang. Kami mempelajari berbagai teknologi pengolahan sampah, termasuk RDF (Refuse Derived Fuel)," ungkapnya.
Rico menjelaskan, penggunaan teknologi pengolahan sampah menjadi salah satu pilihan yang sedang dipelajari untuk mengurangi beban TPA Terjun.
Namun, ia mengakui penerapan sistem tersebut membutuhkan persiapan matang karena terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan.
"Namun, kami juga menemukan tantangan besar, mulai dari kebutuhan investasi yang sangat tinggi hingga kepastian pihak yang akan memanfaatkan hasil pengolahannya," katanya.
Menurut Rico, pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga dukungan pembiayaan dan kepastian pemanfaatan hasil olahan agar sistem tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Di tengah persoalan kapasitas TPA, Kota Medan saat ini mendapatkan peluang pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Rico menilai, dengan volume sampah yang mencapai 1.400 hingga 1.500 ton per hari, PSEL dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan sampah yang lebih modern.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.