Reshuffle pertama kali dilakukan pada 19 Februari 2025, menggantikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) mengganti Satryo Soemantri Brodjonegoro dengan Brian Yuliarto.
Sedangkan, pada reshuffle yang kedua, Presiden mencopot lima Menteri dan digantikan dengan Menteri-menteri yang baru.
Kelima Menteri yang dicopot antara lain: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan; Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo; Menteri Keuangan Sri Mulyani, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa; Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding digantikan oleh Mukhtarudin; dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi digantikan oleh Fery Juliantono.
Publik tentu bertanya-tanya, mengapa baru kurang dalam setahun masa menjabat, Prabowo sudah melakukan dua kali perombakan kabinet?
Jawabannya, semua berdasarkan kebutuhan presiden dalam menyelaraskan visi misi dan kebijakan yang ada.
Perombakan kabinet yang dilakukan Prabowo dalam beberapa hari terakhir, termasuk keputusan menggantikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa, sontak mengejutkan publik.
Bagaimana tidak, Sri Mulyani yang selama ini dikenal sangat piawai dalam mengurus ikhwal ekonomi dan keuangan negara tiba-tiba digantikan dengan sosok baru yang secara reputasi masih banyak yang belum mengenalnya.
Kendati begitu, momentum ini menandai sebuah langkah strategis yang sarat makna politik dan ekonomi.