BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Oligarki Politik dan Ancaman Sistemik bagi Demokrasi

Redaksi - Jumat, 26 September 2025 08:12 WIB
Oligarki Politik dan Ancaman Sistemik bagi Demokrasi
Ilustrasi Oligarki. (foto: laman ahmadsastra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Keempat, lemahnya dan inkonsistennya penegakan hukum yang memberi ruang bagi impunitas dan pelanggengan kekuasaan.

Dampak oligarki politik sangat luas dan serius. Yakni, kehilangan legitimasi demokrasi, karena rakyat merasa tidak memiliki kendali atas jalannya pemerintahan, pemborosan fiskal akibat proyek-proyek yang tidak efisien dan bermuatan rente, terganggunya iklim usaha karena persaingan yang tidak sehat dan adanya ketidakpastian hukum, stagnasinya pembangunan, terutama di sektor-sektor strategis yang dikuasai oleh kartel atau kelompok kepentingan tertentu. Dampak lebih jauhnya adalah teriptanya apatisme politik, lemahnya semangat kebangsaan, dan bisa berujung pada terjadinya instabilitas sosial.

Untuk mengatasi permasalahan di atas, diperlukan terobosan langkah-langkah reformasi yang tegas dan berani. Pertama, diagendakannya reformasi UU Partai Politik dan Pemilu, dengan menekan biaya politik, mewajibkan audit dana partai secara independen, serta memperkuat posisi KPU dan Bawaslu sebagai Lembaga non-partisan.

Kedua, dilakukannya revisi terbatas terhadap UUD 1945, untuk mengembalikan sistem check and balances sejati dan memperluas ruang partisipasi rakyat, termasuk penguatan fungsi DPD.

Ketiga, dilakukannya langkah diskresi oleh Presiden, dalam situasi krisis sistemik, untuk membentuk Tim Transisi Pemberantasan Korupsi lintas lembaga, yang melibatkan BPKP, Aparat Penegak Hukum, Lemhannas, dan elemen masyarakat sipil.

Keempat, diselenggarakannya pendidikan politik berbasis rakyat, melalui penggunaan platform digital dan kurikulum pendidikan kewarganegaraan yang mengedepankan etika politik dan tanggung jawab konstitusional.

Dan, kelima, penguatan sistem transparansi dan keterbukaan informasi dalam rangka peningkatan pengawasan publik atas proses kebijakan dari hulu ke hilir..

Di tengah melemahnya institusi pengawasan dan meningkatnya keresahan masyarakat, Presiden memegang peran kunci yang menjadi pareto (titik pengguncang) perubahan menuju masa depan yang lebih baik. yakni menjadi pengarah reformasi atau justru membiarkan status quo terus menggerogoti republik.
Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Muhammad Shaqr Syafik Terpilih Sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 7 Banda Aceh Periode 2025/2026
KPK Tegur Lisa Mariana: Ungkap Informasi Dugaan Korupsi BJB Harusnya di Penyidikan, Bukan di Instagram
Kapendam Jaya Benarkan Oknum TNI Aniaya Karyawan Zaskia Adya Mecca, Proses Hukum Berlangsung
Kapendam Jaya Benarkan Oknum TNI Aniaya Karyawan Zaskia Adya Mecca, Proses Hukum Berlangsung
Mantan Direktur Teknik Pelindo dan Dirut Dok Perkapalan Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Kapal Tunda
BREAKING NEWS: KPK Tetapkan Dirut PT Wahana Adyawarna Menas Erwin Djohansyah sebagai Tersangka Suap ke Pejabat MA
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru