BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Melindungi Kewarasan Bersama dari Jebakan Batman Pembodohan Era Post-Truth

BITV Admin - Sabtu, 20 Desember 2025 08:27 WIB
Melindungi Kewarasan Bersama dari Jebakan Batman Pembodohan Era Post-Truth
Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua komisi II| DPR RI ke-7. (foto: bambang.soesatyo/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Haus kuasa dan perilaku koruptif itulah yang ingin mereka tutup-tutupi dengan membangun narasi sesat, hoaks hingga disinformasi untuk kemudian disemburkan ke ruang pubik.

Dengan menyemburkan narasi sesat dan hoaks, mereka ingin membantah, mementahkan atau mengaburkan ragam fakta dan data yang telah nyata-nyata menggambarkan mereka sebagai sosok-sosok dengan perilaku serta rekam jejak tak terpuji. Mengerahkan orang-orang bayaran untuk membantah dan berdebat sekadar menarasikan pembelaan bagi mereka.

Mereka melakukan semua itu dengan penuh kesadaran, bahkan juga direncanakan, karena berasumsi bahwa banyak komunitas di dalam masyarakat masih bodoh dan bisa dibohongi.

Dengan menyemburkan narasi sesat atau hoaks ke ruang publik secara masif dan berkelanjutan, mereka sedang berusaha dan berharap bisa membuat rapuh atau merusak kualitas kewarasan banyak komunitas.

Hari- hari ini, sebagaimana bisa disimak bersama di ruang publik, jebakan pembodohan itu terus saja berlangsung. Bahkan cenderung tak terkendalikan sehingga sudah menghadirkan ekses nyata yang telah dialami begitu banyak orang, termasuk negara dan pemerintah.

Ada upaya mengeliminasi ragam tindak pidana, termasuk korupsi, dengan rentetan kebohongan dan narasi yang menyesatkan.

Selain itu, ruang publik juga begitu sering dijejali dengan retorika politik bernuanasa kebohongan, serta janji-janji tidak realistis, termasuk membohongi pemimpin dengan materi laporan 'yang penting' asal bapak senang (ABS).

Bahkan di tengah bencana Sumatera yang menghadirkan ragam fakta, upaya menggemakan kebohongan dan narasi yang coba menyesatkan pemahaman masyarakat tentang sebab musabab bencana ekologis itu terus saja dilakukan.

Durasi era post-truth akan berkepanjangan, namun jebakan pembodohan di sepanjang era ini tak boleh dibiarkan atau dianggap sebagai fenomena biasa yang boleh disederhanakan.

Jebakan pembodohan yang menargetkan perusakan kewarasan bersama melalui penyebarluasan hoaks, disinformasi dan misinformasi harus dilihat dan dipahami sebagai kejahatan, dan karena itu tidak boleh dibiarkan.

Sebab, aspek yang pada akhirnya terancam dari rekayasa pembodohan dan upaya berkelanjutan merusak kewarasan banyak komunitas adalah peradaban.

Perkembangan teknologi memang signifikan memengaruhi perilaku kehidupan setiap individu dan komunitas. Namun, perkembangan teknologi itu sekali-kali tidak boleh dimanfaatkan untuk mereduksi atau merapuhkan kewarasan bersama.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju, Pakpak Bharat Gelar Upacara Nasional
Di Balik Jalan Rusak Lampung Barat, GN-PK Mencium Bau Korupsi
Peringati Hari Bela Negara ke-77, Baron Harahap: Rakyat Harus Bersatu Lawan Pengkhianat Bangsa
Hari Bela Negara 2025, ASN Kanwil Kemenkumham Bali Bersatu Teguhkan Semangat Nasional
Kapolres Gianyar Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77, Tegaskan Nasionalisme Modern di Era Digital: Tak Hanya Angkat Senjata!
Netralitas ASN Dipersoalkan, Pejabat Inspektorat Jadi MC Acara Partai di Nias Selatan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru