BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Januari 2026

Dari Fisika ke Kehidupan, Mengapa Energi Nuklir Layak Dipercaya

BITV Admin - Jumat, 02 Januari 2026 10:01 WIB
Dari Fisika ke Kehidupan, Mengapa Energi Nuklir Layak Dipercaya
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Anastasya Dwi Mulia.

SEGALA sesuatu di alam semesta ini bekerja menurut hukum fisika. Dari matahari yang memancarkan cahaya, gelombang laut yang bergerak di pantai, hingga lampu di rumah kita yang menyala setiap malam semuanya diatur oleh prinsip energi, materi, dan keseimbangan.

Fisika bukan hanya ilmu yang rumit di papan tulis; ia adalah bahasa alam yang mengajarkan kita bagaimana mengubah sesuatu yang kecil menjadi besar, sesuatu yang tak terlihat menjadi kekuatan luar biasa.

Baca Juga:

Dan dari sanalah lahir energi nuklir hasil dari pemahaman terdalam manusia tentang struktur atom, tentang bagaimana inti terkecil di alam dapat memberi daya bagi kehidupan modern.

Namun sayangnya, kata "nuklir" masih sering disalahpahami. Banyak yang mengira ia berbahaya, mengerikan, bahkan destruktif. Padahal, energi nuklir bukan bom. Ia adalah teknologi sains yang dikendalikan dengan disiplin dan pengetahuan.

Artikel ini mengajak kita memahami dari kacamata fisika hingga kehidupan sehari-hari mengapa energi nuklir layak dipercaya sebagai bagian dari masa depan bersih Indonesia, terutama dengan hadirnya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Bangka.

Fisika di Balik Energi Nuklir: Mengubah Inti Atom Menjadi Cahaya

Setiap atom memiliki inti yang menyimpan energi sangat besar. Jika inti itu "dibuka" melalui reaksi fisi, sebagian kecil massa berubah menjadi energi panas — sesuai dengan rumus legendaris Einstein:

E = mc², energi sama dengan massa dikalikan kecepatan cahaya kuadrat.

Massa yang hilang sangat kecil, tapi karena dikalikan dengan kecepatan cahaya (300 juta meter per detik), hasilnya luar biasa besar.

Itulah dasar dari reaktor nuklir. Dalam reaktor, atom uranium dibelah secara terkendali, melepaskan panas yang digunakan untuk memanaskan air, menghasilkan uap, dan menggerakkan turbin listrik.

Semua berlangsung dalam sistem tertutup, diawasi oleh sensor dan kontrol otomatis berlapis. Tidak ada pembakaran, tidak ada asap, tidak ada karbon. Hanya energi murni dari hukum fisika yang bekerja bersih, efisien, dan bisa diandalkan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Samsung Galaxy A57 Bakal Gunakan Panel OLED dari China, Ini Alasannya
Energi Hijau dan Peluang Kerja: Menempatkan PLTN dalam Arus Utama Transisi Energi Nasional
Indonesia di Persimpangan Krisis dan Harapan
Pulihkan Aceh, BSI Berikan Dukungan 15 Persen untuk Hunian Sementara
Mardiah Ramadani Lulus S3 di Usia 26 Tahun dengan IPK Sempurna 4,00, Inspirasi Generasi Muda
Big Engineering Operation: Sungai dan Kuala Sumatera Bakal Ditangani Secara Skala Besar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru