BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Gizi Perempuan dan Anak Korban Banjir

BITV Admin - Minggu, 04 Januari 2026 10:29 WIB
Gizi Perempuan dan Anak Korban Banjir
ilustrasi (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sementara pada kalangan pengungsi dengan gizi kurang (akut) >50%, angka kematian bisa mencapai 37/1000/bulan. Ini benar-benar malapetaka yang harus dihindari.

Gizi kurang (akut) umumnya diakibatkan oleh defisiensi energi-protein akibat kurang makan. Oleh sebab itu bantuan pangan untuk golongan rawan (anak balita/bayi) perlu mendapat prioritas.

Pola bantuan pangan dan gizi yang dapat ditawarkan untuk korban banjir adalah perlunya posko-posko khusus untuk golongan rawan gizi.

Di sini disediakan bantuan pangan khusus yang bergizi (susu, telur, kacang hijau, bubur susu dan lain sebagainya) serta pelayanan kesehatan.

Masalah gizi lain yang perlu diantisipasi adalah scurvy. Semakin lama korban banjir menjadi pengungsi semakin besar risiko menderita scurvy.

Penyakit gizi ini disebabkan oleh defisiensi vitamin C.

Umumnya ransum pengungsi tidak cukup mensuplai sayur dan buah, karena bantuan yang diberikan kebanyakan berupa makanan pokok dan lauk-pauk sekedar jangan sampai mereka kelaparan.

Apabila defisiensi vitamin C berlangsung lebih lama, maka kekebalan tubuh pengungsi akan semakin merosot dan akhirnya mudah sakit.

Risiko menderita anemia gizi besi di kalangan anak-anak pengungsi relatif tinggi. Kasus pengungsi di negara lain menunjukkan bahwa anemia di kalangan anak-anak prevalensinya 54,5-73,9%.

Dampak banjir yang menyebabkan memburuknya lingkungan bermain anak-anak bisa menjadi penyebab kecacingan yang kemudian memunculkan anemia.

Kondisi ini menjadi lebih parah karena ransum pengungsi kurang cukup mengandung bahan pangan asal hewani yang kaya zat besi.

Prevalensi anemia di kalangan anak-anak memang umumnya tinggi, namun kondisi di pengungsian yang kurang sehat bisa meningkatkan risiko menderita anemia.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dari Medan Hingga Aceh, Jamkrindo Syariah Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp500 Juta
Presiden Prabowo Perhatikan Korban Banjir-Longsor di Sumatera: Doa dan Bantuan Terus Disalurkan
Gubernur Sumut Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari, 48 Tewas dan 1.168 Mengungsi
Tujuh Jenazah Korban Banjir Bandang Batang Toru Dimakamkan Massal, Identifikasi Terkendala Minimnya Laporan Warga
Hujan Deras dan Angin Kencang, Delapan Ton Ikan Nila di Danau Maninjau Mati
Jumlah Korban Tewas Banjir Batang Toru Tembus 21 Orang, Tim SAR Terus Bekerja
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru