BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

Resonansi Venezuela dan Unilateralisme Global

BITV Admin - Selasa, 06 Januari 2026 10:43 WIB
Resonansi Venezuela dan Unilateralisme Global
Serangan AS Rusak Rumah Warga Venezuela, Warga Kehilangan Tempat Tinggal. (Foto: Dok. trtindonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Darmansjah Djumala

*SABTU pagi, 3 Januari 2026, dunia dihentak berita petaka: AS menyerang ibu kota Venezuela, Caracas. Dalam pernyataannya, Presiden Donald Trump mengatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.

Segera setelah itu pemerintah Venezuela mengumumkan negaranya berada dalam kondisi darurat nasional. Sejauh ini belum ada klarifikasi baik dari AS maupun Venezuela mengenai detail perisitiwa dan keberadaan Maduro dan istri.

Baca Juga:

Namun beberapa negara sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan unilateral AS tersebut.

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat PBB untuk menegaskan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, larangan penggunaan kekerasan, dan penyelesaian sengketa secara damai.

Rusia dan Iran, yang dikenal dekat dengan Venezuela, juga mengecam serangan militer AS itu.

Ketegangan hubungan Amerika Serikat dan Venezuela sejatinya bukan fenomena baru. Sejak era Hugo Chávez, Caracas memosisikan diri sebagai penantang hegemoni AS di Amerika Latin melalui retorika anti-imperialisme dan nasionalisasi sumber daya energi.

Dalam kebijakan luar negerinya, Venezuela terang-terangan menunjukkan kedekatan dengan Rusia, China, dan Iran. Tentuk Washingpon tidak suka.

Bagi AS, Venezuela tidak sebatas isu demokrasi dan hak asasi manusia. Tapi, ancaman geopolitik dan energi.

Hubungan bilateral kian memburuk ketika sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, dan tekanan politik AS gagal mengubah perilaku rezim Maduro.

Maka muncul opsi koersif dalam strategi AS, yang berkulminasi pada serangan militer Sabtu dini hari itu. Serangan unilateral AS terhadap Venezuela tidak dapat dibaca sebagai respons teknis-politis semata.

Lebih serius dari itu, invasi AS tersebut. merupakan ekspresi politik kekuatan (power politics) dalam sistem internasional yang, sialnya, semakin permisif terhadap penggunaan kekerasan.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bitcoin Menguat ke Rp 1,54 Miliar, Tapi Geopolitik Venezuela Jadi Batu Sandungan
Venezuela Memanas, Menkeu Purbaya: Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Ekonomi RI
Usai Venezuela, Trump Incar Tiga Negara Ini!
Dituduh Bandar Kokain, Presiden Kolombia Balas Ancaman Trump
Krisis Venezuela: Pengaruh Geopolitik Terhadap Pasar Global dan Ekonomi Indonesia
Indonesia Serukan Dunia Hormati Kedaulatan Venezuela Setelah Penangkapan Maduro
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru