BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Realisme Global, Dunia (Tak) di Ambang Perang

BITV Admin - Minggu, 25 Januari 2026 07:47 WIB
Realisme Global, Dunia (Tak) di Ambang Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam Worl Economic Foum (WEF) 2026, Davos, Swiss, (22/1/2026). (foto: presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Inflasi pangan dan energi menjadi risiko lanjutan, diperparah oleh gangguan jalur logistik global dan proteksionisme negara produsen.

Karena itu, ketahanan pangan dan energi harus diposisikan sebagai agenda geopolitik, bukan sekadar program ekonomi.

Swasembada pangan, pengembangan bioenergi, dan kemitraan strategis dengan negara-negara Selatan adalah benteng pertahanan nasional di tengah ketidakpastian global yang diperkirakan akan berlangsung panjang.

Dunia mungkin tak akan jatuh ke perang terbuka. Tetapi tanda-tanda pergeseran tatanan global sangat nyata: aturan lama dipertanyakan, kekuatan besar bermain tanpa peta, dan konflik bergerak dalam spektrum abu-abu antara ekonomi, hukum, dan militer.

Dalam situasi seperti ini, bertahan bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling mampu mengendalikan dan menempatkan diri untuk menjaga kepentingan nasionalnya secara ulet dan telaten.* (news.detik.com)


*) Penulis adalahPeneliti Sustainability Learning Center yang berfokus pada keberlanjutan pembangunan, Menyelesaikan master kebijakan publik di School of Government and Public Policy (SGPP).

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hadiri Wisuda XXXV UNA, Bupati Baharuddin Tekankan Peningkatan Kualitas Generasi Muda
Harga Emas Meroket Hampir Rp 2,9 Juta per Gram, Ini Saran Ekonom
Bali Dorong Kendaraan Listrik Jadi Pilar Ekonomi Hijau, Gubernur Koster: Nusa Penida Jadi Pulau Ramah EV
Bareskrim Periksa 18 Petinggi Dana Syariah Indonesia dalam Kasus Dugaan Penipuan Rp2,4 Triliun
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Kunjungan dari Inggris, Swiss, dan Prancis: Ini Hasil Kesepakatan yang Dibawa
Aceh Tamiang 58 Hari Pascabanjir Masih Bergelimang Lumpur, FPRB Dorong Pemerintah Gunakan Dana Desa untuk Padat Karya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru