Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
Oleh:Dr. Eko Wahyuanto.
PANGGUNG politik nasional dikejutkan manuver Majalah Tempo dengan membenturkan dua sosok kunci di lingkaran inti Presiden Prabowo Subianto, yakni Sjafrie Sjamsoeddin dan Sufmi Dasco Ahmad.
Baca Juga:
Bagi mereka yang paham cara kerja intelijen, media dan geopolitik, ini bukan "berita penting" tetapi manuver devide et impera (pecah belah), sengaja ditiupkan untuk mengguncang stabilitas pemerintahan yang sedang solid.
Pertanyaannya: Mengapa Tempo begitu bernafsu mengadu domba dua penopang poros kekuasaan pemerintah yang hari ini sedang bekerja keras memperbaiki negeri ini? Dan siapa sutradara yang memegang kendali di balik layar redaksi mereka?
Infiltrasi Berwajah "Mulia"
Sejarah mencatat, media sering kali menjadi instrumen efektif dalam peperangan asimetris (asymmetric warfare). Intervensi asing tidak lagi datang melalui moncong senjata, melainkan melalui aliran dana, dikemas dengan istilah-istilah mentereng: demokratisasi, penguatan masyarakat sipil, hingga kesetaraan gender.
Sebagaimana kita ketahui, anak usaha digital Tempo, PT Info Media Digital (IMD), diduga menerima suntikan dana dari Media Development Investment Fund (MDIF). Meski mereka berdalih ini hanya "modal kerja" atau "utang konversi", dalam dunia politik kekuasaan, tidak ada makan siang gratis.
MDIF, memiliki akar sejarah panjang dengan George Soros sebagai investor awal, sebuah entitas bergerak di negara-negara pasca-otoritarian. Mereka masuk ketika sebuah negara dianggap memiliki "celah" digoyang.
Narasi mereka terasa sangat harum bagi dunia aktivis. Bayangkan siapa bisa menolak isu pengentasan kemiskinan atau lingkungan hidup? Siapa tidak terkesan dengan program literasi demokrasi dan Hak Asasi Manusia - HAM?
Namun, di balik bungkus etik itu, terdapat agenda mengarahkan opini publik agar selalu skeptis terhadap negara. Cara itu dapat merusak pola pikir jurnalis yang terlanjur terpapar agenda tersebut. Negara tidak boleh benar. Prestasi pemerintah harus dikerdilkan, dan friksi kecil di dalam kabinet harus dibesar-besarkan menjadi krisis nasional.
Doktrin Colin Powell
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK