BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?

BITV Admin - Minggu, 22 Februari 2026 09:14 WIB
"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026). (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Michael F. Umbas.

TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi ajang foto bersama dan bertukar senyum diplomatik.

Namun, kali ini, meski dibungkus dengan gaya showmanship khas Donald Trump, alhasil melahirkan arah strategis baru: peta pengaruh global tengah ditata ulang di mana Indonesia tidak lagi sekadar duduk di kursi penonton.

Baca Juga:

KTT perdana Board of Peace (BoP) untuk Gaza yang digelar di Washington pada 19 Februari 2026 benar-benar menjadi penanda babak baru.

Inisiatif yang sebelumnya diluncurkan di sela-sela WEF Davos pada 22 Januari lalu terus bermetamorfosa menunjukkan eksistensinya. Di Washington, momen itu terpampang jelas di mana Indonesia diundang duduk di meja utama.

Sebuah penegasan lantas keluar dari mulut Presiden Trump lewat kalimat yang kini ramai dikutip berbagai media internasional: "A man that I really like a lot... he is definitely tough, I don't want to fight him, President Prabowo of Indonesia."

Di telinga awam, ungkapan "Tough Guy" mungkin terdengar seperti candaan khas Trump yang personal dan teatrikal. Namun, dalam gramatika diplomasi dan politik kekuatan (power politics), candaan pemimpin negara adidaya sering kali merupakan kode pengakuan.

Itu adalah sinyal bahwa Presiden Prabowo Subianto, dan Indonesia, diakui cukup kuat untuk diajak menanggung risiko global yang paling kompleks saat ini: Gaza.

Lalu, apa sebenarnya Board of Peace ini, dan mengapa posisi Indonesia di dalamnya sangat krusial?

BoP diposisikan sebagai konsorsium negara-negara yang ditugaskan mengawal masa transisi pascakonflik di Gaza.

Agendanya berderet mulai dari gencatan senjata, stabilisasi keamanan, hingga rekonstruksi dan pemulihan tata kelola sipil.

Dari hasil rapat perdana di Washington, setidaknya terdapat tiga poros keputusan yang krusial.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tarif Dagang AS Dibatalkan Mahkamah Agung, Prabowo Angkat Suara
Pasca Banjir dan Longsor, PMD Tapteng dan Wahana Visi Indonesia Pastikan Layanan Air Bersih Desa Rampa dan Bonandolok Segera Pulih
Ketua TP PKK Bali Dukung Penuh Rasha Azzahra, Siap Tampil di Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia 2026
Usai Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima, Polrestabes Medan Siap Jalani Tes Urine Sesuai Perintah Kapolri
Bantuan Sosial Tidak Merata Jadi Masalah Baru Era Prabowo-Gibran, Pengangguran Jadi PR Terbesar
Survei Indekstat: 95% Publik Rasakan Manfaat Program MBG Prabowo-Gibran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru