BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Menguji Kesungguhan BOP dalam Menjaga Perdamaian Dunia

BITV Admin - Kamis, 12 Maret 2026 08:00 WIB
Menguji Kesungguhan BOP dalam Menjaga Perdamaian Dunia
Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Baleg DPR RI, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar. (foto: Dok. Partai Golkar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Upaya dimaksud di antaranya, pertama, dimulai dengan meminta diadakannya pertemuan kembali seluruh anggota Board of Peace (BOP) untuk merumuskan ulang dan meluruskan niat, konsep, sikap, dan tindakan mengimplementasikan kata "perdamaian", dan secara konkret menghentikan setiap agresi militer atau bentuk penjajahan apa pun.

Kedua, kalau memang pertemuan itu tidak kunjung dapat dilakukan dan tidak ada itikad baik dari negara yang tergabung dalam BoP untuk benar-benar menjaga perdamaian, saya kira Indonesia sebaiknya segera mengundurkan diri dari BoP.

Ketiga, Indonesia harus segera mengambil inisiatif langkah diplomatik, menggalang dukungan negara-negara di seluruh dunia, berkoordinasi dengan PBB, untuk mengakhiri perang.

Semua ini mengenai kemanusiaan, bukan soal agama atau keyakinan. Kita semua ummat manusia harus bersatu melawan perang, pembunuhan dan penjajahan.* (news.detik.com)


*) Penulis adalah Wakil Ketua Baleg DPR RI, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Empat Mantan Kaper Dukung Penggeledahan yang Dilakukan Kejagung di Kantor Ombudsman dan Rumah Komisioner
Kabar Gembira! 8.533 PPPK Paruh Waktu di Pemko Medan Dipastikan Terima THR dan Gaji ke-13, Ini Aturannya
Bobby Nasution Percepat Sinkronisasi Data UMKM Terdampak Bencana untuk Relaksasi KUR, Pastikan Rampung Sebelum Akhir Maret 2026
Pemprov Sumut Dorong 6.100 Koperasi Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Desa, Siap Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Salurkan 5.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara, Bobby Nasution Harap Pulihkan Semangat Warga
Tanpa APBN, RI Gandeng Swasta untuk Storage Minyak Cadangan Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru