BREAKING NEWS
Minggu, 19 April 2026

Prabowo, Polymath Man, dan Jalur Strategis Indonesia

BITV Admin - Minggu, 19 April 2026 07:57 WIB
Prabowo, Polymath Man, dan Jalur Strategis Indonesia
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin pada Senin, 13 April 2026. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Ali Mochtar Ngabalin.

PERJALANAN Presiden Prabowo ke Moskow lalu berlanjut ke Paris memperlihatkan satu arsitektur kepemimpinan yang bekerja lintas domain. Dunia saat ini bergerak dalam tekanan simultan. Tekanan energi, konflik kawasan, disrupsi rantai pasok, dan kompetisi teknologi, pendekatan tunggal tidak lagi cukup.


Diperlukan sosok dengan kapasitas integratif, yakni seorang polymath yang mampu menghubungkan variabel ekonomi, pertahanan, dan diplomasi dalam satu kerangka keputusan.

Baca Juga:

Istilah polymath merujuk pada individu dengan penguasaan multidisipliner yang terintegrasi, bukan sekadar luas, tetapi dalam. Ini penting karena kebijakan publik hari ini selalu berada pada titik temu banyak sektor.

Energi terkait geopolitik. Berbeda dengan Renaissance man. Renaissance man merujuk kepada manusia yang serba bisa. Sedangkan Polymath merujuk kepada sosok integratif.

Pertahanan terkait industri. Investasi terkait stabilitas kawasan. Di Moskow, pembahasan dengan Vladimir Putin bergerak pada poros energi dan industri strategis. Di Paris, dialog dengan Emmanuel Macron bergeser ke pertahanan, teknologi, dan investasi.

Dua titik ini membentuk satu garis konsisten yakni penguatan daya tahan nasional melalui diversifikasi mitra dan peningkatan kapasitas domestik.

Polymath Sebagai Kerangka Keputusan Strategis
Pendekatan polymathic terlihat pada cara isu diposisikan secara terhubung. Energi tidak dibaca sebagai komoditas semata, melainkan instrumen stabilitas ekonomi dan leverage geopolitik.

Kerja sama industri tidak berhenti pada transfer barang, tetapi diarahkan ke peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Pertahanan dipahami sebagai ekosistem, mencakup teknologi, logistik, hingga sumber daya manusia.

Dalam konteks Rusia, pembahasan energi dan mineral memiliki dimensi jangka panjang. Indonesia membutuhkan akses yang stabil dan terukur terhadap sumber energi untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan.

Pada saat yang sama, ada kebutuhan untuk memperkuat industri pengolahan agar tidak berhenti di level bahan mentah. Ini menunjukkan pembacaan yang komprehensif terhadap struktur ekonomi global.

Di Prancis, fokus pada pertahanan dan teknologi mencerminkan kebutuhan peningkatan kapabilitas nasional. Sistem persenjataan modern memerlukan integrasi teknologi tinggi dan dukungan industri yang kuat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Tembus 7.634, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp 13.635 Triliun
Megawati Kerap Didatangi Dubes Negara Sahabat, Ini Kata Hasto
Ini Bocoran Materi Prabowo di Retret Ketua DPRD se-Indonesia
OJK Desak BNI Tuntaskan Kasus Nasabah Aek Nabara
Usai Beri Arahan kepada Ketua DPRD, Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang Cek Stok Beras Nasional
Megawati Ajak Bangun Pertahanan RI dengan Doktrin Geopolitik Bung Karno
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru