Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Titip Pesan Pangkat Adalah Amanah Rakyat
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 1.177 perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempa
NASIONAL
Oleh:Dudih Sutrisman
DI tengah sorotan publik terhadap maraknya kasus korupsi di daerah, peran DPRD kembali jadi perhatian.
Sebagai representasi rakyat, DPRD tidak hanya bertugas membuat aturan dan membahas anggaran, tetapi juga memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap akuntabel melalui fungsi pengawasan.Baca Juga:
Dalam konteks itu, retret bagi Ketua DPRD di Akademi Militer Magelang yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI menjadi langkah yang menarik untuk dicermati.
Kegiatan ini bukan sekadar pembekalan, tetapi juga ruang jeda untuk refleksi.
Para pimpinan DPRD diajak melihat kembali perannya, tidak hanya sebagai aktor politik daerah, tetapi juga sebagai bagian dari sistem yang lebih besar.
Namun pertanyaannya sederhana, sekaligus penting. Sejauh mana retret ini benar-benar berdampak pada penguatan fungsi pengawasan DPRD?
Selama ini, kritik terhadap DPRD sebenarnya tidak baru. Banyak yang menyoroti lemahnya fungsi checks and balances terhadap eksekutif.
Dalam praktiknya, relasi antara DPRD dan kepala daerah tidak selalu berjalan dalam kerangka pengawasan yang sehat.
Tidak jarang justru muncul kedekatan yang terlalu jauh, bahkan konflik kepentingan yang membuat fungsi kontrol kehilangan daya.
Kita sudah berkali-kali melihat kasus yang polanya mirip. Mulai dari praktik "uang ketok palu" dalam pembahasan anggaran, sampai keterlibatan oknum DPRD dalam suap proyek daerah.
Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya soal individu yang menyimpang, tetapi juga soal sistem dan budaya politik yang belum sepenuhnya berpihak pada integritas.
Dalam bahasa kebijakan publik, situasi ini sering disebut sebagai persoalan principal-agent, ketika wakil rakyat tidak selalu bertindak sesuai dengan kepentingan publik yang diwakilinya.
Di titik ini, retret menjadi relevan. Melalui pembekalan di Lemhannas RI, para Ketua DPRD diajak melihat perannya dalam perspektif yang lebih luas.
Nilai-nilai kebangsaan seperti integritas, tanggung jawab publik, dan orientasi pada kepentingan nasional menjadi dasar yang ingin dikuatkan.
Tapi kita juga perlu jujur. Pemahaman nilai saja tidak cukup. Tantangan sesungguhnya ada pada bagaimana nilai itu diterjemahkan dalam praktik.
Tanpa perubahan pada sistem kerja dan insentif kelembagaan, nilai yang disampaikan dalam retret berisiko berhenti sebagai wacana.
Karena itu, perlu langkah yang lebih konkret setelah retret.
Pertama, proses legislasi dan penganggaran perlu dibuat lebih terbuka, sehingga publik bisa ikut mengawasi.
Kedua, sistem etik dan pengawasan internal DPRD harus diperkuat agar lebih independen dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik jangka pendek.
Ketiga, kinerja DPRD perlu diukur secara lebih substantif, terutama dari seberapa efektif mereka menjalankan fungsi pengawasan.
Lebih jauh lagi, retret ini seharusnya dilihat sebagai bagian dari upaya memperbaiki keseimbangan dalam tata kelola pemerintahan daerah.
DPRD yang kuat dan berintegritas bisa menjadi penyeimbang kekuasaan eksekutif. Sebaliknya, jika fungsi ini lemah, maka upaya pemberantasan korupsi di daerah akan selalu terbatas.
Di sisi lain, tetap ada alasan untuk optimis. Retret ini menunjukkan bahwa ada kesadaran untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan legislatif.
Ini penting, karena perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari kesediaan untuk mengevaluasi diri.
Pada akhirnya, integritas tidak lahir dari forum, melainkan dari keputusan-keputusan kecil yang diambil dalam ruang kekuasaan.
Retret bisa menjadi titik awal, tetapi bukan jaminan perubahan. Ukurannya sederhana: apakah setelah kembali dari Magelang, DPRD benar-benar memperkuat fungsi pengawasannya, atau tetap berjalan seperti biasa.
Di situlah publik akan menilai, apakah integritas benar-benar dijalankan, atau hanya kembali menjadi wacana.* (news.detik.com)
*) Penulis adalah Analis Kebijakan di Lembaga Ketahanan Nasional RI dan Wakil Ketua Bidang Kerja Sama DPP Ikatan Nasional Analis Kebijakan (INAKI)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 1.177 perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempa
NASIONAL
DELI SERDANG Polisi mengungkap penyebab pecahnya kaca rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Lom Lom Suwondo, yang sebel
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara sukses memukau ribuan pengunjung pada Malam Pesona Seni dan Budaya di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Harga emas Antam yang dij
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (22/7/2026) dengan penguatan signifikan. Hingga pukul 09.26 WIB, i
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkenalkan lima pejabat tinggi baru untuk memperkuat struktur organisasi di tengah proses pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, mengungkap alasan memilih menjalani pengobatan penyakit jantun
KESEHATAN
MEDAN Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan sementara penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah rum
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026). Pengunduran di
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mulai mematangkan skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
NASIONAL