BREAKING NEWS
Minggu, 03 Mei 2026

Hari Buruh dan Tantangan Ekonomi Modern

BITV Admin - Minggu, 03 Mei 2026 07:31 WIB
Hari Buruh dan Tantangan Ekonomi Modern
Presiden Prabowo Subianto mengahadiri secara langsung peringatan Hari Buruh Internasional bersama ribuan pekerja di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Di tengah tantangan ekonomi modern, makna Hari Buruh perlu ditafsirkan ulang. Hari Buruh bukan lagi sekadar simbol perjuangan masa lalu, tetapi juga refleksi atas kondisi saat ini dan arah masa depan. Hari Buruh adalah pengingat bahwa hak pekerja tidak datang secara gratis.

Selain itu, Hari Buruh dapat menjadi alarm bahwa kesejahteraan buruh masih belum merata. Serta, ajakan untuk membangun sistem ekonomi yang lebih adil

Lebih dari itu, Hari Buruh adalah cermin dari nilai-nilai yang kita pilih sebagai masyarakat. Apakah kita melihat pekerja sebagai manusia atau sekadar angka dalam laporan keuangan? Apakah kita memprioritaskan efisiensi atau kesejahteraan?

Pada akhirnya, makna Hari Buruh tidak terletak pada perayaannya, tetapi pada substansinya. Hari Buruh bukan hanya tentang libur sehari, tetapi tentang perjuangan yang terus berlangsung.

Di tengah inflasi, ketidakpastian kerja, dan ketimpangan ekonomi, Hari Buruh menjadi lebih relevan daripada sebelumnya.

Ia mengingatkan kita bahwa di balik setiap angka pertumbuhan ekonomi, ada manusia yang bekerja keras dan sering kali tanpa jaminan kesejahteraan.

Jika ekonomi adalah mesin, maka buruh adalah bahan bakarnya. Ekonomi tidak akan berjalan tanpa bahan bakar yang cukup dan berkualitas. Maka, menghormati buruh bukan hanya soal moral, tetapi juga soal rasionalitas ekonomi.

Hari Buruh adalah pengingat bahwa ekonomi yang sehat bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang keadilan. Dan di dunia yang terus berubah, pesan ini menjadi semakin penting untuk didengar.* (news.detik.com)


*) Penulis adalah Guru Besar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Dosen Indonesia.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik? Ini Penjelasan Pemerintah
30 Ribu Lowongan Manajer Kopdes Dibuka, Ternyata Segini Gajinya!
Bahlil: Indonesia Pilih Jalan Sendiri Hadapi Gejolak Energi Global
6 Pelajar Tersangka Kericuhan May Day Bandung Positif Obat-obatan Terlarang
Pengamat Politik: Program MBG Perlu Dikawal, Bukan Dipertentangkan
Sekdaprov Sumut Nilai HIPMI Mitra Strategis Pemerintah: Ekonomi Daerah Kuat Ditopang Wirausaha Muda
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru