BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Menyongsong Fajar Perdamaian AS-Iran

- Selasa, 16 Juni 2026 22:03 WIB
Menyongsong Fajar Perdamaian AS-Iran
(Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Indonesia harus bisa menunjukkan kepada dunia, bahwa politik bebas aktif bukan sekadar jargon, tapi juga tindakan nyata di tengah situasi yang menuntut langkah konkret.

Indonesia dapat menjadikan pengalaman berharga ini sebagai dasar untuk terus memperjuangkan proses penyelesaian berbagai konflik internasional, tidak hanya AS-Iran, melalui pendekatan yang mengedepankan dialog dan kerja sama.

Kedua, negara wajib memaksimalkan seluruh potensi stabilitas ekonomi global yang muncul pasca perdamaian tersebut. Ketika harga energi global menjadi lebih stabil, maka tekanan geopolitik akan berkurang, sehingga hal ini menjdi peluang emas bagi Indonesia untuk memperkuat sektor industri, meningkatkan investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketiga, hal yang tidak boleh lewat dari momentum ini adalah segera mengambil langkah untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai negara di kawasan Timur Tengah.

Perdamaian Iran-AS adalah sinyal penting bagi stabilitas ekonomi dunia. Hal ini berarti peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama pembangunan semakin terbuka lebar, sehingga siapa cepat dialah yang akan mendapatkannya.

Selain itu, terlepas dari kabar gembira tersebut, pemerintah, seperti belajar dari pengalaman yang ada, tetap menjaga kewaspadaan.

Berkaca dari pengalaman yang ada, perdamaian internasional selalu menjadi agenda yang dinamis, bahkan tidak jarang berujung pada ketidakpastian itu sendiri.

Untuk itu, di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, Indonesia diharapkan tetap fokus memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap gejolak eksternal, serta mendorong percepatan diversifikasi sumber energi agar tidak mudah rentan terhadap fluktuasi pasar dunia.

Pada akhirnya, kabar mengenai tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan AS, selain harus dilihat sebagai peluang emas, juga alarm untuk tetap waspada.

Setiap optimisme yang menggema harus diikuti dengan langkah-langkah strategis yang konkret. Tujuannya jelas, agar tidak terbawa arus jebakan, atau tidak kehilangan kesempatan.*

*)Penulis AdalahDirektur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kejagung Perintahkan BPN Medan Batalkan Sertifikat PT Musim Mas, Herlambang: Terbitnya Cacat Yuridis dan Tumpang Tindih dengan Tanah Kami
Bupati Batu Bara dan Pansus PAD Temui Kementerian ATR/BPN, Perjuangkan Hak Daerah atas Lahan PT Socfindo
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS–Iran Segera Teken, Teheran Beri Sinyal Berbeda
Di Balik Gerakan Nutrisi Prabowo Subianto dan Tony Robbins
Dewan Pers Catat 1.286 Pengaduan Sepanjang 2025, Media Siber Dominasi 96 Persen
Pemko Tanjungbalai dan BPN Sumut Bahas Penyusunan NPGT 2026, Perkuat Status Hukum 9 Pulau yang Masuk Wilayah Administrasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru