BREAKING NEWS
Sabtu, 20 Juni 2026

BGN Berbenah, Pengusaha MBG Protes: Siapa yang Sebenarnya Kelaparan?

BITV Admin - Sabtu, 20 Juni 2026 08:59 WIB
BGN Berbenah, Pengusaha MBG Protes: Siapa yang Sebenarnya Kelaparan?
Presiden Prabowo Subianto dan mitra SPPG dalam acara Building Indonesia's Future Generations through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (3/6/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sebagian pihak menilai penghentian sementara layanan berpotensi mengurangi kontinuitas manfaat program.

Namun, apabila dicermati lebih mendalam, langkah tersebut justru mencerminkan upaya BGN untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih tertib, akuntabel, dan berorientasi pada efektivitas program.

Pernyataan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, bahwa masa penghentian layanan akan dimanfaatkan untuk melakukan penataan menyeluruh menunjukkan adanya kesadaran institusional bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau luasnya cakupan penerima manfaat.

Keberhasilan MBG juga ditentukan kualitas tata kelola yang mendasarinya.

Dalam perspektif administrasi publik modern, jeda pelaksanaan program semestinya dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat prinsip "clear and clean governance."

Artinya, periode evaluasi ini perlu dipandang sebagai kesempatan bagi BGN untuk meneguhkan pendekatan teknokratis dalam pengelolaan MBG.

Program sebesar dan sekompleks MBG menuntut pengambilan keputusan berbasis data, penguatan sistem pengawasan, penyempurnaan rantai pasok, serta perbaikan mekanisme akuntabilitas publik.

Dengan fondasi tata kelola yang bersih dan berbasis evidensi, MBG harapannya tidak hanya mampu menjamin pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi contoh bagaimana program prioritas nasional dikelola secara profesional, efektif, dan berkelanjutan.

Tidak ada program yang lahir dalam kondisi sempurna.

Namun, program yang tidak pernah dievaluasi justru akan terus mengulang kesalahan yang sama dan semakin menjauh dari tujuan yang ingin dicapai.

Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap Program MBG menjadi keniscayaan, bukan sekadar pilihan.

Perbaikan perlu dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari memastikan siapa kelompok yang benar-benar menjadi prioritas penerima manfaat, memperjelas peran dan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat, menata kembali besaran insentif bagi Dapur MBG agar lebih rasional dan berkeadilan, hingga memperkuat sistem pengawasan yang mampu mencegah penyimpangan sejak dini.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gibran Hadiri PENAS Petani Nelayan 2026 di Gorontalo, Soroti Digitalisasi dan Penguatan Rantai Pasok
TNI AD Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Kompi Produksi, Personel Dibekali Ilmu Bertani hingga Beternak
Bobby Nasution Bela Bupati Deli Serdang soal Pernyataan Pajak dan Jalan Rusak: Ajakan Taat Pajak
Pemerintah Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera, Infrastruktur Permanen Jadi Prioritas
Bobby Nasution Janji Bawa Aspirasi Pendukung MBG ke Prabowo, Tegaskan Program Harus Tetap Berjalan
Mendagri Siagakan Daerah Hadapi Gelombang Demo, Forkopimda Diminta Bergerak Cepat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru