Ditanya Bakal Jadi Apa di PSI, Jokowi Jawab Singkat: Sebagai Motivator
SOLO Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya akan segera bergabung dengan Parta
POLITIK
Kita patut menyambut baik rencana BGN untuk memprioritaskan pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kebijakan ini sejatinya menjawab harapan publik bahwa bantuan negara harus terlebih dahulu hadir bagi mereka yang paling membutuhkan.
Dalam situasi keterbatasan sumber daya, keberpihakan kepada kelompok rentan bukan hanya soal efektivitas anggaran, tetapi juga soal keadilan sosial.
BGN perlu memastikan bahwa setiap penerima manfaat MBG benar-benar berasal dari kelompok yang layak dan membutuhkan, sehingga tidak terjadi salah sasaran yang dapat mengurangi efektivitas serta dampak program.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan koordinasi yang kuat antara BGN, Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, dan pemerintah daerah.
Desain Pengawasan
Dengan alokasi anggaran mencapai Rp 268 triliun dan cakupan lebih dari 27.000 SPPG di seluruh Indonesia, Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional dengan skala implementasi yang sangat besar.
Oleh karena itu, tugas kepemimpinan baru BGN tidak hanya memastikan seluruh SPPG beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Penguatan koordinasi dan kejelasan peran antaraktor menjadi agenda penting bagi kepemimpinan baru BGN, terutama agar implementasi MBG tetap berjalan selaras dengan kerangka tata kelola yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.
Hal ini penting mengingat ekosistem MBG melibatkan banyak pihak, mulai dari BGN sebagai pengampu kebijakan dan pengendali program, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), yayasan pelaksana, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga berbagai mitra penyedia fasilitas dan rantai pasok pangan.
Dalam program berskala nasional yang menjangkau jutaan penerima manfaat, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau luasnya cakupan layanan.
Yang tidak kalah penting adalah kemampuan membangun tata kelola yang mampu mensinergikan seluruh aktor dalam satu sistem yang efektif, transparan, dan akuntabel.
SOLO Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya akan segera bergabung dengan Parta
POLITIK
JAKARTA Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar menanggapi penangkapan dan penahanan Roy Suryo serta Tyassuma Tifauzia atau dokt
HUKUM DAN KRIMINAL
MALANG Gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengemuka di Kota Malang, Jawa Timur. Ribuan massa yang terdiri da
PERISTIWA
JAKARTA Kunyit selama ini dikenal sebagai salah satu rempah yang kerap digunakan dalam berbagai masakan tradisional Indonesia. Namun di
KESEHATAN
Oleh Yakub F. IsmailDI tengah kemajuan zaman, tantangan perkotaan menjadi semakin kompleks. Menghadapi situasi ini, kepemimpinan daerah tid
OPINI
GORONTALO Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memberikan ruang kepada para petani dan nelayan untuk menyampaikan la
NASIONAL
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terhadap Pasal 34 UndangUndang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur kew
HUKUM DAN KRIMINAL
GORONTALO Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya mewujudkan kemandirian pangan nasional di tengah ketidakpastian
NASIONAL
MEDAN Aparat kepolisian tengah memburu seorang pria asal Kota Medan bernama Indra Ashari (21) yang diduga melakukan kekerasan seksual te
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sejumlah perguruan tinggi Indonesia kembali menorehkan prestasi dalam pemeringkatan universitas dunia versi QS World University Ra
PENDIDIKAN